Jakarta (ANTARA) - Kaca film bukan sekadar aksesoris mobil guna mengurangi masuknya cahaya matahari, atau menjadi alat penunjang privasi agar orang dari luar tidak dengan mudah melihat ke dalam mobil.

Lebih dari itu, kaca film mobil memiliki manfaat kesehatan yakni menangkal paparan sinar ultra violet B (UV-B) atau sinar gelombang pendek yang dapat merusak mata, kulit hingga menyebabkan kanker kulit.

Namun tidak semua kaca film mampu menangkal paparan UV-B. Hanya kaca film jenis tertentu yang memiliki kemampuan menolak sinar UV dengan panjang gelombang sampai 400 nanometer.

"UV B mampu lebih masuk ke dalam mobil karena daya tembusnya lebih kuat. Jadi kaca film biasa tidak bisa menahan UV B," kata Christopher Sebastian, Presiden Direktur Makko Group yang menaungi sejumlah merek akesoris otomotif, di JIExpo, Kemayoran, Jakarta, Jumat.

Christopher menjelaskan paparan sinar UV tertinggi siang hari tidak dapat dihindari, apalagi jika pengemudi sedang terjebak kemacetan.

"Puncaknya matahari pada jam 1 siang. Itu panas terik dan memancarkan UV B," kata dia, kemudian menambahkan hanya kaca film kelas premium yang menawarkan kemampuan daya tolak UV B, namun harganya mahal.

Untuk itu, Makko Group mencoba mengenalkan kaca film First Klass UV400 yang mempunyai kemampuan menolak sinar ultraviolet dengan level tertinggi, termasuk UV B.

Kaca film yang biasa dijual Rp2,5 juta untuk mobil medium dan Rp2,8 juta untuk sekelas Alphard itu, ditawarkan hanya Rp2 juta selama pameran IIMS 2019.


Baca juga: Black Phantom, kaca film serba hitam pekat dari Solar Gard

Baca juga: Spectrum UV400, kaca film berteknologi Cip Film

Baca juga: Manfaat kaca film yang mungkin belum Anda ketahui

Baca juga: Mencuci kaca mobil sebaiknya tak pakai sabun, kenapa?

Pewarta:
Editor: Ida Nurcahyani
Copyright © ANTARA 2019