Jakarta (ANTARA News) - Mobil yang sepenuhnya swakemudi dapat berada di jalur cepat jalan-jalan AS di bawah program percontohan kata administrasi Trump, Selasa (9/10) waktu setempat, lembaga tersebut mengatakan sedang mempertimbangkannya, yang akan memungkinan pengunjian di jalan raya sesungguhnya bagi kendaraan tersebut dalam jumlah yang terbatas.

Mobil-monil swakemudi yang akan digunakan dalam program ini akan berpotensi memiliki teknologi yang mematikan kendaraan jika jika satu sensor gagal, atau menghalangi kendaraan melaju di atas kecepatan aman,  kata Administrasi Jalan Raya Nasional (NHTSA) dalam sebuah dokumen yang dipublikasikan Selasa (9/10) waktu setempat, seperti dikutip Reuters, Rabu.

Dewan Perwakilan AS sudah berusaha mengeluarkan undang-undang pada tahun 2017 untuk mempercepat adopsi mobil swakemudi, tetapi Senat belum menyetujuinya hingga saat ini. Beberapa kelompok keamanan menentang RUU itu, yang juga didukung oleh pembuat mobil. Hanya memiliki peluang tipis untuk disetujui pada 2018, kata para pembantu kongres.

NHTSA mengatakan "proyek percontohan akan berusaha menemukan cara terbaik untuk mendorong pengenalan kendaraan yang aman dengan otomatisasi mengemudi tinggi dan penuh ke jalan raya negara kita," demikian pernyataan NHTSA dilansir Reuters, Rabu.

"Data dunia nyata akan membantu menciptakan metode "memvalidasi kinerja keselamatan" dari kendaraan swakemudi dan juga menulis aturan keselamatan," tambahnya.

Baca juga: Waymo-Jaguar kerja sama buat mobil mewah swakemudi

Pekan lalu, administrasi Trump mengatakan mereka bekerja untuk merevisi aturan keselamatan yang melarang mobil-mobil swakemudi yang berada di jalan tanpa peralatan seperti roda kemudi, pedal dan cermin. Produsen mobil saat ini harus memenuhi hampir 75 standar keselamatan mobil, banyak di antaranya ditulis dengan asumsi bahwa pengemudi yang berlisensi akan dapat mengendalikan kendaraan menggunakan kontrol manusia tradisional.

Berdasarkan undang-undang, para pembuat mobil bisa mengajukan petisi untuk pengecualian hingga 2.500 kendaraan untuk standar keamanan pada kendaraan mereka. General Motors Co (GM.N) pada bulan Januari mengajukan petisi yang meminta pengecualian untuk menggunakan kendaraan otomatis sepenuhnya sebagai bagian dari armada berbagi-tumpangan yang rencananya akan diterapkan pada 2019.

kendati demikian, NHTSA belum menyatakan bahwa petisi dari produsen mobil GM lengkap, sedangakan unit Waymo (GOOGL.O) Alphabet Inc berencana meluncurkan layanan pendaratan di Arizona tahun ini tanpa pengemudi manusia di belakang kemudinya. Tidak seperti GM, kendaraan Waymo yang pada awalnya akan memiliki kontrol dari manusia.

NHTSA mengatakan akan bermitra dengan pemerintah negara bagian dan lokal dalam mengembangkan program percontohan ini. NHTSA dapat juga mewajibkan perusahaan untuk mendesain kendaraan sehingga mereka tahu lokasi mereka dan peraturan wilayah setempat.

Baca juga: General Motors akan tarik lebih dari 3,3 juta kendaraan di China

Baca juga: Buat terobosan baru di China, Waymo dirikan anak perusahaan

Pewarta:
Editor: Fitri Supratiwi
Copyright © ANTARA 2018