Berlin (ANTARA News) - Volkswagen memberhentikan CEO Audi, Rupert Stadler, menyusul investigasi atas kasus kecurangan emisi yang dituduhkan kepada grup otomotif Jerman itu, dilansir Reuters, Selasa (2/10) waktu setempat.

Jaksa di Muenchen saat ini masih menyelidiki keterlibatan Stadler dan anggota lainnya dari jajaran manajemen senior Audi atas dugaan penipuan dan iklan palsu terkait emisi kendaraan serta kasus manipulasi hasil uji emisi.

Stadler dipecat saat pemerintah Jerman mengumumkan rencana memangkas polusi kendaraan diesel sebagai tindak lanjut atas skandal emisi yang dilakukan VW pada tiga tahun lalu.

Baca juga: Bikin rugi, Audi berharap tidak ada lagi skandal emisi diesel

Stadler meninggalkan jabatannya sebagai anggota dewan manajemen grup Volkswagen dan CEO Audi dengan segera, kata VW dalam sebuah pernyataan.

Ia pernah diskors setelah ditahan pada pertengahan Juni karena dicurigai mengganggu proses penyelidikan emisi.

Adapun posisi yang ditinggalkan Stadler untuk sementara akan dijabat oleh pimpinan penjualan Bram Schot.

Sebelum ada bukti, VW dan Audi kompak menyatakan Stadler tidak bersalah, kendati VW sebagai induk perusahaan Audi tetap mengambil langkah tegas untuk memecatnya.

"Stadler (pergi) karena penahanan pra-sidang yang sedang berlangsung, dia tidak dapat memenuhi tugasnya sebagai anggota dewan manajemen dan ingin berkonsentrasi pada pembelaannya," kata VW dalam pernyataannya yang dirilis Selasa, demikian Reuters.

Baca juga: Kantor Audi digrebek lagi karena skandal emisi

Baca juga: Jerman konfirmasi "recall" Audi karena masalah kontrol emisi

Baca juga: Keuntungan Audi anjlok akibat skandal emisi dan recall Takata

Pewarta:
Editor: Monalisa
Copyright © ANTARA 2018