Jakarta (ANTARA News) - Ford tengah menjalin  pembicaraan kemitraan dengan pabrikan mobil asal Jerman Volkswagen dan Mahindra asal India terkait perluasan aliansi produk dan teknologi.

Pembicaraan itu dilakukan sebagai salah satu upaya Ford untuk mengamankan penghematan biaya, setelah saham perusahaan berada pada titik mendekati terendah dalam enam tahun terakhir pada akhir bulan lalu.

Bagian penting dari rencana Ford untuk menghemat uang ialah memperluas kemitraan dengan produsen mobil lain dari seluruh dunia untuk berbagi kapasitas pabrik dan mengembangkan kendaraan bersama.

"Kami memiliki kejelasan tujuan dan sekarang saatnya untuk mengambil tindakan," kata CEO Ford Motor Jim Hackett dilansir Reuters Rabu.

Dengan Volkswagen, diskusi difokuskan pada upaya memperluas ikatan kendaraan komersial yang sebelumnya diumumkan termasuk dalam kolaborasi di Amerika Selatan dan Eropa - dimana Ford kehilangan uang - dan mengembangkan secara bersama jenis kendaraan lainnya, kata seorang eksekutif Volkswagen dan dua orang sumber yang enggan dibeberkan identitasnya.

Perluasan aliansi ini akan memberi Volkswagen akses ke beberapa kendaraan Ford yang paling menguntungkan, termasuk van komersial Transit dan truk pikup Ranger. Volkswagen juga dapat membantu Ford memperkuat operasi di Amerika Selatan dan Eropa dengan menggabungkan produksi kendaraan di pasar-pasar wilayah itu.

Baca juga: Ford Thunderbird 1956 bekas Marilyn Monroe akan dilelang

Secara terpisah, pembicaraan juga sedang dilakukan dengan Mahindra & Mahindra terkait tentang berbagi produk, termasuk menggunakan mobil India sebagai patokan untuk menurunkan biaya leveransir di wilayah itu, kata dua orang sumber yang akrab dengan rencana Mahindra.

Kendaraan pertama dari platform yang mereka kembangkan bersama kemungkinan akan diluncurkan pada 2020, mereka menambahkan.

Juru bicara Mahindra belum menanggapi permintaan untuk berkomentar.

Upaya "kembar" ini dimaksudkan untuk membantu upaya me-remake Ford bersama restrukturisasi senilai 11 miliar dolar AS yang digariskan untuk tiga hingga lima tahun ke depan.

Ford dipandang perlu meningkatkan profitabilitas karena telah berinvestasi miliaran dolar untuk mengembangkan kendaraan listrik dan mobil swakemudi, serta bersiap untuk peluncuran produk besar selama dua tahun ke depan.

Hackett yang baru-baru ini berbicara dengan pimpinan Volkswagen dan Mahindra mengatakan pada Reuters bahwa pembicaraan aliansi berjalan dengan baik dan menjanjikan banyak hal bagi Ford. Tapi dia menolak berkomentar tentang struktur kesepakatan tertentu yang sedang dibahas.

Baca juga: Tolak keinginan Trump, Ford tetap akan impor mobil dari China ke AS

 
Penerjemah: Fathur Rochman
Copyright © ANTARA 2018