Jakarta (ANTARA News) - Toyota Indonesia akan mempelajari masukan-masukan dari konsumen terkait kemungkinan untuk memperkenalkan All New C-HR bermesin hibrida atau 1.200 cc turbo.

Sebelumnya, Toyota Astra Motor (TAM) telah meluncurkan All New C-HR bermesin 1.800 cc pada pekan kedua April 2018 dan memperkenalkannya ke hadapan publik pada pameran Indonesia International Motor Show (IIMS) di JIExpo Kemayoran, Jakarta, 19-29 April 2018.

Wakil Presiden Direktur PT Toyota Astra Motor (TAM) Henry Tanoto mengatakan pihaknya selalu mendengarkan masukan dan saran dari konsumen terkait produk-produk Toyota, termasuk C-HR.

"Ini baru pengenalan (C-HR), jadi kami fokus yang ini dulu. Tapi kami mempelajari harapan dan masukan dari konsumen," kata Henry Tanoto di IIMS 2018, JIExpo Kemayoran, Jakarta.

"Semuanya mungkin, di luar negeri C-HR tersedia model hybrid, kami masih pelajari tapi sekarang yang bensin dahulu," sambung dia.

Kendati demikian, Henry berharap agar konsumen fokus pada produk C-HR yang sudah ada di Indonesia, sebelum memikirkan C-HR bermesin hybrid maupun turbo.

"Kami pastikan konsumen memahami C-HR yang baru ini, sambil kami mendengar masukan konsumen apakah ada turbo atau hybrid," katanya.

Baca: Toyota C-HR kelir "two tone" untuk pecinta "desain emosional"

Baca: Arti di balik nama Toyota C-HR


Toyota memboyong C-HR berstatus impor utuh (CBU) dari Thailand dengan mesin bensin 2ZR-FBE berkapasitas 1.800 cc berteknologi Dual VVT-i.

Product General Manager PT Toyota Astra Motor, Bansar Maduma, menjelaskan Toyota Indonesia memilih mesin 1.800 cc untuk memberikan pengalaman berkendara yang menyenangkan bagi konsumen C-HR yang berasal kalangan menengah ke atas.

Iya menjelaskan, dengan menggendong mesin 1.800 cc maka tenaga yang disemburkan C-HR lebih besar 30 PS ketimbang menggunakan mesin 1.200 cc. Mesin 1.800 cc juga menghasilkan power maksimum 141 ps/6.400 rpm dan torsi 17,4 kgm/4.000 rpm yang menawarkan sensasi berkendara yang berbeda.

Bansar juga menjelaskan dengan memilih mesin 1.800 cc maka akan menawarkan efisiensi bahan bakar yang lebih optimal ketimbang memakai mesin 2.000cc seperti model C-HR yang dipasarkan di kawasan Amerika.

Toyota C-HR menjadi model pertama ber-platform TNGA (Toyota New Global Architecture) yang dipasarkan di Indonesia. TNGA merupakan platform masa depan Toyota yang sudah digunakan pada Prius dan C-HR untuk menawarkan kualitas mengemudi yang lebih baik.

Baca: Toyota optimistis pertahankan pangsa pasar 34%

Pewarta:
Editor: Ida Nurcahyani
Copyright © ANTARA 2018