Soal mobil swakemudi, China pelajari peraturan dari Jerman

Sabtu, 17 Maret 2018 22:24 WIB
Soal mobil swakemudi, China pelajari peraturan dari Jerman
Bosch dan Daimler demonstrasikan parkir swakemudi. Sensor yang terpasang di garasi parkir memantau koridor mengemudi dan area sekitarnya, sambil memandu kendaraan. (ANTARA News/HO)
Berlin (ANTARA News) - Pemerintah China tengah mempelajari sebuah undang-undang Jerman tentang penggunaan mobil otonom (swakemudi), menurut seorang ahli hukum Jerman dilansir Reuters.

Laporan itu juga menyebutkan bahwa China kemungkinan akan mengadopsi beberapa peraturan pengoperasian kendaraan dari Jerman.

Dosen hukum Universitas Wuerzburg, Eric Hilgendorf, yang juga anggota komisi etika kendaraan otonom pemerintah Jerman, akan bertolak ke China dalam beberapa pekan mendatang untuk menyampaikan informasi tentang undang-undang tersebut.

Hilgendorf, yang mengisi tiga ceramah di Renmin University of China Law School dan mengadakan pertemuan tingkat tinggi mengenai undang-undang tersebut, mengatakan China telah mengadopsi banyak undang-undang pidana dan perdata dari Jerman.

Meski masih ragu, namun ia berharap China kembali mengadopsi undang-undang Jerman terkait pengoperasian kendaraan otonom.

"Terutama jika menyangkut masalah teknis, mereka sering kali siap untuk mengadopsi sebagian besar undang-undang kami," katanya kepada Reuters.

Pabrikan mobil Jerman akan mendapat keuntungan jika China mengadopsi undang-undang itu, kata Hilgendorf, kemudian menambahkan bahwa kendaraan Jerman yang diekspor ke China akan minim perubahan spesifikasi karena kesamaan peraturan tersebut.

Pabrikan mobil dari seluruh dunia tengah bekerja sama dengan perusahaan teknologi seperti Google, Tesla dan Apple untuk mengembangkan kendaraan otonom. Pembuat mobil Jerman, Volkswagen, Daimler dan BMW, juga menggelontorkan banyak dana dalam teknologi itu.

Undang-undang tersebut memungkinkan perusahaan menguji coba kendaraan dengan pengemudi yang diizinkan melepaskan tangan mereka dari setir dan pandangannya tidak perlu selalu memantau situasi lalulintas karena kendaraan digerakan secara swakemudi.

Hilgendorf adalah anggota komite yang ditunjuk pemerintah Jerman untuk menyusun pedoman etika pertama di dunia tentang mobil swakemudi, termasuk persyaratan perangkat lunak yang diprogram untuk menghindari kecelakaan dengan segala cara.

Editor: Tasrief Tarmizi

COPYRIGHT © 2018

Kia Motors Corp akan menarik (recall) lebih dari 507.000 kendaraan di Amerika Serikat (AS) atas masalah sistem kelistrikan yang menyebabkan kantung udara ...
Sejumlah pameran seni dan otomotif hingga konser musik akan digelar di Jakarta pada Sabtu. Otobursa Tumplek Blek 2018 mulai dibuka pada hari ini hingga ...
Perusahaan produsen kendaraan roda empat asal India, Tata Motors menarget penjualan 400 unit kendaraan komersial  di Sumatera Selatan pada tahun ...
Fiat Chrysler Automobiles (FCA) akan menyediakan lebih dari 62.000 unit kendaraan swakemudi kepada perusahaan teknologi Alphabet Inc. Puluhan ribu mobil ...
Toyota Indonesia melalui PT Toyota Motor Manufacturing Indonesia (TMMIN) dan PT Toyota-Astra Motor (TAM) menyediakan 18 kendaraan berupa 12 mobil listrik ...