Jakarta (ANTARA News) - Menjamurnya transaksi elektronik alias e-commerce termasuk toko daring aksesoris mobil turut berpengaruh terhadap kelangsungan bisnis para penjual aksesoris mobil yang memiliki toko fisik.

Hal itu diakui oleh salah satu penjual aksesoris mobil di pusat perbelanjaan otomotif Mega Glodok Kemayoran, Jakarta, Widodo.

"Memang cukup terasa sejak 2015 lah Mas, gara-gara banyak yang beli lewat internet itu, mungkin karena harganya lebih murah," kata Widodo saat ditemui di tokonya, Kamis.

Widodo mengakui harga yang ditawarkan di tokonya terpaut sekira Rp100.000 hingga Rp200.000 dengan yang dibanderol toko-toko daring.

Namun menurut Widodo harga yang ia berikan kepada pelanggannya merupakan harga yang sudah meliputi biaya pemasangan.

"Belum lagi menghitung kontrak toko, internet kan nggak ngontrak, saya juga bayar pegawai," kata Widodo yang mengaku mempekerjakan tiga orang pegawai untuk membantu pekerjaannya di tokonta itu.

Lantas bagaimana Widodo menghadapi persaingan dengan keberadaan toko-toko daring? Ia menyebutkan jaminan produk dan kemudahan mengklaim garansi pembelian.

"Sekarang kalau barang yang didapat rusak, mereka mau komplain ke mana? Harus bayar lagi ongkos kurir, kemudian barang datang ternyata rusak lagi, kurir lagi, nunggu lagi," katanya.

"Kalau beli di toko-toko seperti saya ini kan mau komplain barang tidak sesuai tinggal datang, kita gak bakal bertele-tele," ujar pria yang sudah membuka tokonya sejak 2013 itu menambahkan.

Widodo mengakui ada pelanggan tetapnya yang memang pernah ngeyel membeli aksesoris melalui toko daring, namun pemasangan hingga perbaikan bahkan akhirnya penggantian dilakukan di tokonya.

"Pernah pelanggan saya, sudah sering beli di sini, kemudian dia beli dari internet, mau pasang ya saya layani. Tapi barangnya cacat, nunggu lah kiriman penggantian lama, sama saja. Ujung-ujungnya ya minta ganti pakai barang di toko saya," tutur Widodo.

Sementara itu penjual aksesoris mobil lain di MGK, Frans, mengatakan kebiasaan pembeli yang membandingkan harga dengan banderol di toko-toko daring kerap membuat beberapa penjual di MGK malas melayani pembeli tersebut.

"Kadang mereka datang, tanya harga, langsung bandingin dengan yang di toko online, kan pasti beda. Banyak yang malas meladeni kalau sudah begitu," aku Frans.

Pewarta: Gilang Galiartha
Editor: Kunto Wibisono
Copyright © ANTARA 2017