Astra Otoparts luncurkan ban motor terbaru Aspira Premio

Selasa, 23 Februari 2016 15:06 WIB
Astra Otoparts luncurkan ban motor terbaru Aspira Premio
Astra Otoparts bekerja sama dengan pabrikan ban terkemuka di dunia asal Italia, Pirelli meluncurkan ban sepeda motor terbaru dengan merek Aspira Premio. (Antaranews/Monalisa)
Jakarta (ANTARA News) - PT Astra Otoparts Tbk meluncurkan rangkaian jenis ban sepeda motor terbaru dengan merek Aspira Premio.

Untuk memproduksi ban yang diklaim berkualitas premium itu, Astra Otoparts bekerja sama dengan pabrikan ban terkemuka di dunia asal Italia, Pirelli dengan mendirikan perusahaan patungan (Astra Otoparts 40 persen, Pirelli 60 persen), yakni PT Evoluzione Tyres untuk memproduksi ban tersebut.

"Kami siap bersaing untuk menjadi pilihan utama para pengendara sepeda motor di Indonesia dalam memberikan pengalaman berkendara dengan performa dan kualitas kelas dunia karena seluruh proses produksi ban akan dikontrol secara penuh oleh Pirelli baik dari sisi teknologi, pengadaan, kualitas bahan, dan juga tenaga ahli," kata Direktur PT Astra Otoparts Tbk Yusak Kristian, di Jakarta, Selasa.

Ban yang diluncurkan Aspira Premio dengan teknologi Italia itu meliputi tiga tipe Urbano, Sportivo, dan Sportivo RS. 

"Urbano yang merupakan ban urban commuting untuk melakukan aktivitas sehari-hari yang sesuai dengan medan jalan perkotaan dengan aus yang merata, nyaman di jalan kering, dan aman di medan basah," jelas R&D PR PT Evoluzione Alessandro Monzani.

Sementara Sportivo, lanjutnya, merupakan ban sporty touring bagi pengendara yang suka berpetualang atau melakukan perjalanan jarak jauh dengan performa manuver yang lebih baik. 

Sedangkan Sportivo RS, ban racing street, yang diciptakan untuk memberikan performa berkendara maksimal di jalan raya maupun lintasan balap. Sportivo RS menggunakan komponen silika yang memberikan traksi maksimal di kecepatan tinggi, cengkeraman kuat pada saat manuver dan keamanan dalam pengereman dan jalan basah.

Alessandro menambahkan ban tersebut telah menjalani proses tes yang ketat baik tes dalam jangka waktu pendek maupun tes dengan proses waktu yang panjang. Namun, ia menolak membeberkan secara detail mengenai proses pengetesan.

"Yang pasti tes dilakukan di Indonesia karena disesuaikan dengan jalan di Indonesia. Dan mulai dari proses merancang hingga masuk produksi memakan waktu setahun. Kami sangat detail dan menggunakan material yang terbaik dengan harga yang kompetitif," jelas Alessandro.

Editor: Kunto Wibisono

COPYRIGHT © 2016

Kendaraan listrik otonom akan merevolusi mobilitas perkotaan dengan memangkas biaya perjalanan hingga 40 persen dan mengurangi emisi CO2 menjadi nol menurut ...
Grup otomotif Jerman, Daimler, bersama perusahaan suplier Robert Bosch akan menguji armada swakemudi yang diberi nama Robo-taxis dalam beberapa bulan ke ...
Kontes modifikasi online, Yamaha Customaxi, telah memasuki putaran final yang digelar di Jakarta pada Sabtu malam ini, dengan menghadirkan pemenang terbaik ...
PT Yamaha Indonesia Motor Manufacturing (YIMM) berencana mendistribusikan skutik bongsor 125cc, Yamaha Lexi, pada pertengahan April 2018.Motor yang diklaim ...
Permintaan sport utility vehicle (SUV) diprediksi masih tumbuh tahun ini, meskipun pasar otomotif diperkirakan masih lesu karena masyarakat cenderung wait and ...