Tangerang Selatan (ANTARA News) - Distributor resmi kendaraan Mitsubishi di Indonesia, PT Krama Yudha Tiga Berlian Motors (KTB), menyatakan belum akan menaikkan harga mereka meski  kondisi ekonomi kurang baik termasuk nilai tukar rupiah yang melemah terhadap mata uang asing.

Menurut Executive General Manager KTB Kosei Tamaki situasi ekonomi saat ini memang tidak kondusif namun pihaknya belum bisa memprediksi sampai berapa lama kondisi itu akan berlangsung, sehingga belum ada pula rencana untuk menaikkan harga produknya.

"Saat ini belum ada rencana untuk menaikkan harga, tetapi kalau rupiah terus menerus melemah hingga betul-betul memangkas profit kami, maka kami terpaksa akan menaikkan harga," kata Tamaki dalam sesi konferensi pers di Booth Mitsubishi di Hall 7A Gaikindo Indonesia International Auto Show 2015, ICE Serpong, Tangerang Selatan, Rabu.

Pun demikian, Tamaki menyatakan pihaknya akan berusaha untuk menahan selama mungkin, sebab perkara menaikkan harga bukan hanya dipengaruhi situasi ekonomi semata tapi juga bergantung pada penerimaan konsumen.

Tamaki menyebutkan, kemungkinan besar pihaknya akan lebih dulu melihat performa ekonomi Indonesia sebelum memutuskan menaikkan harga.

"Kalau kondisi ini terus berlangsung hingga 3-4 bulan ke depan, maka kami pasti akan merevisi harga," tuturnya.

Sebagai informasi, rupiah dibuka pada level Rp14.065 terhadap dolar AS pada pembukaan pasar uang Rabu pagi.

Sementara itu, Tamaki memastikan bahwa perlambatan ekonomi dan pelemahan nilai tukar rupiah tidak akan mempengaruhi investasi pembangunan pabrik baru Mitsubishi di Greenland International Industrial Center, Deltamas, Bekasi.

"Tidak ada perubahan nilai investasi terhadap pabrik baru maupun rangkaian jadwal peluncuran Small MPV terbaru kami pada 2017 mendatang," ujarnya.

Pabrik baru Mitsubishi tersebut menelan dana investasi senilai 600 juta dolar AS untuk fasilitas berkapasitas produksi 160.000 unit dan bisa diekspansi hingga 240.000 unit yang rencananya bakal memproduksi mobil Small MPV terbaru mereka.
Pewarta:
Editor: Fitri Supratiwi
Copyright © ANTARA 2015