Jenewa (ANTARA News) - Merek mobil sport mewah asal Inggris Lotus sedang menyiapkan model sport utility van (SUV).

Bos Lotus, Jean-Marc Gales mengemukakan hal itu di sela pameran otomotif Jenewa, seperti dikutip Reuters.

"Kami sudah menyiapkan SUV yang sangat ringan, sangat cepat di lintasan dan handling-nya istimewa," kata Gales.

Dia mengatakan bahwa model Lotus itu nantinya akan beda, tidak sekadar ikut-ikutan merek mewah lainnya yang menyediakan model crossover.

Lotus, yang kini dimiliki Proton Malaysia, terkenal dengan teknologi sasis aluminium yang kokoh namun ringan. Lotus juga mengembangkan arsitektur VH yang digunakan pada kendaraan Aston Martin.

Gales, mantan orang kedua di Peugeot serta kepala pemasaran di Volkswagen, diyakini banyak pihak bisa mendatangkan untung bagi Lotus yang pada tahun fiskal terakhir masih rugi 108 juta dolar AS.

Menurut Gales, penjualan Lotus sudah naik 62 persen menjadi 2 ribu unit pada tahun fiskal saat ini yang akan berakhir pada 31 Maret.  

Target mereka adalah menjual 3.500 unit pada 2016-2017 dan saat itu berarti Lotus mulai meraup laba.

Di Amerika Serikat, Lotus hanya laku 250 unit, karena itu mereka ingin memperluas keberadaan di negara tersebut dengan memperkenalkan seri termahal Evora 400 yang diberi tambahan tenaga serta satu yang sedang disiapkan yaitu model roadster.

Evora 400 -- seharga 72 ribu pound -- kini dipasangi supercharger yang lebih besar serta bobotnya dikurangi 22 kilogram. Pendekatan mereka saat ini adalah "tenaga ditambah, bobot dikurangi."

Peralatan yang tidak perlu akan ditiadakan. "Kami pernah melengkapi kendaraan dengan glove box yang membuka secara elektronik. Di mobil sport, hal itu tidak ada manfaatnya sama sekali," kata Gales yang baru 10 bulan bergabung ke Lotus.

Hal sama berlaku untuk model Exige dan tipe termurah Lotus, Elise, yang harganya mulai dari 34 ribu pound.

Pewarta: Aditia Maruli Radja
Editor: Fitri Supratiwi
Copyright © ANTARA 2015