Jakarta (ANTARA) - Perusahaan otomotif asal Inggris, Lotus dalam mengikuti tren elektrifikasi yang ada saat ini akan menantang kemampuan supercharge milik Tesla dengan menyajikan pengisi daya barunya yang bertenaga 450kW.

Arena Ev pada Kamis (30/11) waktu setempat mengabarkan bahwa Lotus memiliki rencana masa depan untuk memasang stasiun pengisian daya di Inggris dan Eropa yang lebih luas mulai kuartal kedua tahun 2024. Namun, beberapa pengisi daya sudah mulai beroperasi di Tiongkok.

Baca juga: Tesla dikabarkan akan bangun mobil seharga Rp415 juta di pabrik Jerman

Pengisi daya super cepat ini dirancang bukan untuk keperluan mengisi daya kendaraan listrik mereka di rumah-rumah. Melainkan, pengisian cepat ini difokuskan untuk titik pengisian daya, penyedia armada, dan juga diler.

Lotus mengatakan bahwa mereka tidak akan mengunci pengisi daya hanya untuk pemilik Lotus, mereka akan menerima semua merek mobil nantinya. Namun, stasiun pengisian daya ini hanya efektif pada mobil yang berbasis pada platform 800V.

Stasiun pengisian cepat milik Lotus ini diklaim dapat mengisi daya dari 10 sampai 80 persen hanya dengan waktu sekitar 20 menit. Sehingga, pihaknya berani untuk menantang kemampuan pengisian daya milik Tesla.

Untuk memungkinkan kecepatan pengisian daya yang mengesankan, teknologi ini mengalirkan cairan pendingin melalui konektor pengisian daya untuk mengurangi panas dan memenuhi kebutuhan pengisian daya.

Lotus yakin ini adalah teknologi masa depan dan memungkinkan pengisian daya empat mobil di stasiun yang sama. Pengisian cepat pada charger yang ada saat ini biasanya terbatas pada dua mobil saja.

Lotus berpegang teguh pada rencana "Vision80" untuk menjadi salah satu pemain EV yang mendominasi pasar pada tahun 2028, tepat pada hari ulang tahun perusahaan yang ke-80 nantinya.

Mereka yakin pengisi daya ini akan menjadi tambahan yang bagus untuk infrastruktur pengisian daya di Eropa dan akan meningkatkan penjualan kendaraan listrik secara keseluruhan.

Sekitar 80 persen pembeli di Inggris enggan mengatakan bahwa alasan nomor satu mereka untuk tidak membeli kendaraan listrik adalah karena infrastruktur pengisian daya yang buruk di negara tersebut.

Baca juga: Tesla Cybertruck diklaim miliki kapasitas derek 5.000 kg

Baca juga: Tesla gugat Badan Transportasi Swedia karena masalah pelat nomor

Baca juga: Tesla pangkas harga kendaraan mereka di Amerika Serikat

Pewarta:
Editor: Maria Rosari Dwi Putri
Copyright © ANTARA 2023