Jakarta (ANTARA) - Produsen otomotif Stellantis harus menyetop sementara produksi kendaraan di tiga pabrik di Eropa karena aksi mogok karyawan.

Laman Carscoops, Jumat (26/4) melaporkan karyawan di pabrik Stellantis MA France khawatir tentang rencana pemindahan kerja ke Polandia. Juru bicara Stellantis melalui pernyataan resmi mengatakan mereka harus menghentikan kegiatan operasional di pabrik di Poissy dan Hordain, Prancis, serta di Luton, Inggris Raya.

"Tiga tempat menghentikan produksi sejak awal pekan," kata juru bicara Stellantis.

Baca juga: Lebih 18 ribu pekerja GM, Ford, Stellantis mogok

Baca juga: Stellantis tawarkan paket pensiun sukarela kepada 33.500 karyawan AS


Stellantis sedang berdiskusi dengan karyawan dan berharap mereka bis segera melanjutkan produksi. Pabrik di Poissy memproduksi Opel Mokka dan DS 3, sementara fasilitas di Hordain membuat kendaraan komersial antara lain Peugeot Expert, Citroen Jump dan Opel Vivaro.

Pabrik di Luton juga digunakan untuk produksi kendaraan komersial, mulai tahun depan pabrik itu juga akan membuat mobil listrik ukuran sedang untuk Vauxhall, Peugeot, Citroen dan Fiat Professional.

Sebelum aksi mogok di Eropa, Stellantis harus membayar sejumlah pasokan komponen untuk transmisi meski terdapat perselisihan soal harga. Jika mereka tidak membeli komponen, Stellantis harus menutup pabrik di Kokomo, Indiana, Amerika Serikat.

Baca juga: Stellantis gandeng CATL siapkan pabrik baterai EV di Eropa

Baca juga: Samsung SDI akan bangun pabrik baterai kedua di AS bersama Stellantis

Baca juga: CEO Stellantis ingatkan potensi banyak pabrik mobil tutup

 
Pewarta:
Editor: Zita Meirina
Copyright © ANTARA 2024