Jakarta (ANTARA) - PT Suzuki Indomobil Sales (SIS) menerapkan proses produksi minim karbon dari hulu ke hilir untuk mencapai target pengurangan emisi karbon sebanyak 41 persen pada 2030 dan target global net zero emission (nol emisi) pada 2060.

“Sejalan dengan target reduksi karbon tersebut Suzuki Indonesia sedang bergerak menuju proses produksi yang minim karbon dari hulu hingga ke hilir, serta pelestarian lingkungan lainnya yang meliputi aspek udara, air, dan sistem daur ulang limbah produksi,” ujar Head of Public Relations Strategic Planning Departement PT SIS Zulfikar Rafi Al Ghany, di Jakarta, belum lama.

Untuk mencapai agenda tersebut, Suzuki Indonesia menyoroti empat bidang yakni supply (pasokan), pemrosesan, output (hasil), hingga waste (limbah).

Baca juga: Suzuki segera luncurkan Jimny 5 pintu, sudah bisa inden

Dari segi pasokan, Suzuki memiliki aturan bernama Green Policy, yang mengatur beberapa hal, termasuk kebijakan berstandar global untuk pegelolaan vendor, hingga menjaga kualitas 464 supplier (pemasok) yang ada di Indonesia.

Salah satu kebijakan Suzuki tersebut melarang penggunaan 30 bahan kimia berbahaya, memastikan seluruh produk yang dikirimkan aman untuk konsumen maupun lingkungan. Perusahaan dan seluruh vendor juga dipastikan menerapkan kebijakan Kementerian Lingkungan Hidup dan Kehutanan (KLHK) yakni ISO 14001, standar yang memadukan dan menyeimbangkan kepentingan bisnis dengan lingkungan hidup.

“Dan mulai tahun 2024 Suzuki menargetkan kepada seluruh vendor untuk dapat mereduksi emisi CO2 sebesar lima persen per tahun,” kata Ghany.

Perusahaan otomotif Jepang yang berdiri sejak 1909 itu juga berusaha melakukan konversi penggunaan sumber energi dengan memanfaatkan panel surya dan water boiler yang lebih canggih dan ramah lingkungan pada proses produksi.

“Kami mengimbangi dengan produk akhir yang juga memikirkan sisi ramah lingkungan, dalam bentuk kendaraan, saat ini Suzuki Indonesia tengah terus mempopulerkan produk-produk roda empat berteknologi hybrid, mesin berkubikasi compact dan lebih rendah emisi pada sepeda motor, juga penggunaan 4-stroke pada mesin tempel kapal,” Ghany menjelaskan.

Perihal sampah atau limbah produksi, Ghany menyebut Suzuki Indonesia telah menerapkan sistem daur ulang sampah pada tiga pabrik Suzuki di Tambun dan Cikarang, Bekasi, Jawa Barat. Selama tiga tahun terakhir, Suzuki Indonesia mengklaim telah mengumpulkan lebih dari 9.000 ton sampah.

Baca juga: Awal tahun, Suzuki perluas jaringan diler baru di Jatiasih Bekasi

Baca juga: BRIN: Transisi energi harus dilakukan untuk mencapai nol emisi karbon

Baca juga: Kehadiran BYD diharapkan bantu capai target emisi nol bersih Indonesia

Pewarta:
Editor: Natisha Andarningtyas
Copyright © ANTARA 2024