Jakarta (ANTARA) - Hyundai Motor Co dan SK Korea Selatan berencana untuk menginvestasikan sekitar 2,5 triliun won (Rp29,5 triliun) untuk membangun pabrik baterai usaha patungan (joint venture) baru di Amerika Serikat, Koran Ekonomi Korea melaporkan hal tersebut pada Jumat (25/11).

Hyundai Motor dan SK On, unit baterai dari grup energi SK Innovation Co Ltd, diperkirakan menandatangani nota kesepahaman tentang investasi minggu depan, kata surat kabar itu, mengutip sumber mobil dan baterai yang tidak teridentifikasi.

Baca juga: Hyundai Motor Group raih 1 juta penjualan mobil ramah lingkungan

Ditargetkan untuk dimulai pada kuartal pertama tahun 2026, pabrik tersebut bertujuan untuk memiliki kapasitas produksi tahunan awal sekitar 20 gigawatt jam (GWh), cukup untuk menggerakkan sekitar 300.000 kendaraan listrik (EV), kata surat kabar itu.

"Tidak ada yang diputuskan mengenai masalah ini," kata seorang pejabat di SK On kepada Reuters. Hyundai Motor tidak segera memberikan komentar saat dihubungi oleh Reuters dan dilaporkan pada Jumat.

Laporan tersebut menambahkan bahwa pabrik baru kemungkinan berlokasi di Georgia, dekat pabrik kendaraan listrik baru Hyundai Motor Group.

Grup mobil Korea Selatan memulai pembangunan pabrik kendaraan listrik dan baterai senilai 5,54 miliar dollar AS di Georgia bulan lalu, yang bertujuan untuk memulai produksi komersial pada paruh pertama tahun 2025 dengan kapasitas tahunan 300.000 kendaraan.

SK On sendiri memiliki dua pabrik baterai di Georgia. 

Baca juga: Hyundai Motor sedang pertimbangkan penjualan pabriknya di Rusia

Baca juga: Melihat motor listrik Hyundai yang akan wara wiri di KTT G20 Bali

Baca juga: Hyundai IONIQ 5 N performa tinggi akan meluncur pada 2023
Pewarta:
Editor: Maria Rosari Dwi Putri
Copyright © ANTARA 2022