Jakarta (ANTARA) - Startup Flosfia yang diinkubasi Universitas Kyoto telah mengembangkan semikonduktor baru yang diklaim dapat meningkatkan jangkauan kendaraan listrik (EV) hingga 10 persen dibandingkan dengan mobil lain yang menggunakan chip generasi saat ini.

Pabrikan mengklaim bahwa hal itu dicapai dengan mengurangi kehilangan daya secara signifikan, demikian sebuah laporan oleh Nikkei, dikutip Hindustan Times, Jumat.

Startup tersebut mengklaim bersiap untuk memproduksi massal semikonduktor yang menggunakan galium oksida sebagai substrat.

Itu menghasilkan pengurangan kehilangan daya sekitar 70 persen dibandingkan dengan semikonduktor lain yang tersedia di pasar.

Selain itu, peningkatan jangkauan sebesar 10 persen membuat kendaraan listrik dapat menempuh jarak lebih jauh dengan sekali pengisian daya. Artinya, kekhawatiran jangkauan pemilik kendaraan listrik dapat diatasi secara signifikan.

Kekhawatiran terhadap jangkauan adalah alasan utama yang menjadi penghambat pertumbuhan kendaraan listrik. Kurangnya infrastruktur pengisian kendaraan listrik menambah kekhawatiran itu.

Kendaraan listrik dan mobil modern sangat bergantung pada perangkat lunak. Oleh karena itu, chip memainkan peran penting dalam keseluruhan aktivitas operasional kendaraan ini. Microchip yang ditingkatkan secara signifikan dapat membawa peningkatan lebih lanjut ke industri kendaraan listrik.

Baca juga: Masalah semikonduktor mereda, New Xpander Cross tak perlu inden lama

Baca juga: Hyundai percepat pengembangan semikonduktor buatan sendiri

Baca juga: Astra Otoparts lakukan multisourcing saat chip semikonduktor langka
Pewarta:
Editor: Alviansyah Pasaribu
Copyright © ANTARA 2022