Jakarta (ANTARA) - Miliuner Elon Musk hampir selesai menjual 10 persen miliknya di Tesla, perusahaan mobil swakemudi yang dia dirikan.

CEO Tesla itu sudah menjual saham senilai lebih dari 15 miliar dolar Amerika Serikat sejak November.

Pada Rabu (22/12), ia mencuit bahwa penjualan sahamnya sudah hampir selesai. "Anggap ini penyelesaian dari 10m", kata dia, merujuk pada rencana penjualan sahamnya dikutip Reuters, Jumat.

"Masih ada beberapa tahap lagi, tapi, hampir selesai," kata Musk lagi.
​​
Baca juga: Elon Musk hadiri konferensi eksekutif VW, bicara soal transformasi EV

Dalam aturan 10b5-1 untuk rencana perdagangan pada September, Musk menggunakan opsi saham yang akan kedaluwarsa tahun depan. Dia menjual sejumlah saham untuk membayar pajak, menurut dokumen dari Tesla.

Musk masih memiliki sekitar 1,5 miliar saham yang akan kedaluwarsa pada Agustus tahun depan.

Elon Musk pada 6 November lalu berkicau di Twitter, dia akan menjual 10 persen sahamnya jika warganet setuju.

Ketika ditanya apakah dia menjual saham karena jajak pendapat di Twitter, Musk menyatakan dia perlu menggunakan opsi saham yang akan kedaluwarsa tahun depan "apa pun yang terjadi".

Dia menjual "saham tambahan" untuk mendekati 10 persen.

Musk mengatakan dia akan membayar lebih dari 11 miliar dolar AS pajak tahun ini. Pajak pribadi Musk, kata dia, mencapai 50 persen, termasuk pajak pendapatan federal dan negara.

Tahun lalu, dia pindah dari California ke Texas supaya tidak dikenai pajak pendapatan.

Baca juga: Elon Musk ingin berhenti kerja

Baca juga: Proyek ke bulan, Jeff Bezos kalah di meja hijau dari SpaceX

Baca juga: Saham tesla lampaui nilai 1 triliun dolar, Elon Musk Musk untung ganda
Pewarta:
Editor: Maria Rosari Dwi Putri
Copyright © ANTARA 2021