Jakarta (ANTARA) - Pabrikan otomotif Prancis, Renault, menyatakan bahwa mobil konsep Megane eVision akan memasuki fase praproduksi dan akan berganti nama menjadi Renault Megane E-Tech Eletric.

Renault dalam siaran pers, Rabu, menyebutkan bahwa "Megane eVision merupakan langkah awal Renault pada mobil listrik segmen-C, juga melengkapi jajaran mobil penumpang listrik yang sudah ada sebelumnya yakni Twingo E-Tech Electric, dan Renault ZOE."

Baca juga: Renault R5 lahir kembali dalam versi modern

Renault Megane E-Tech Eletric akan memakai platform baru CMF-EV yang menggendong motor listrik berdaya 160kW (217hp) dengan daya jelajah sekira 450km.

Pabrikan yang menjadi mitra aliansi Nissan dan Mitsubishi itu mengatakan bahwa Renault Megane E-Tech Eletric tidak akan diproduksi dalam jumlah besar, melainkan hanya 30 unit untuk fase praproduksi pertama.

"Siluet terakhir mobil akan diungkap saat sebanyak 30 mobil dikendarai di jalan umum pada musim panas ini, oleh teknisi kami," kata Renault.

Dibuat di pabrik Douai, Prancis, semua mobil Renault Megane E-Tech Eletric dalam fase pra-produksi akan diselimuti stiker kamuflase, dan Renault belum memastikan kapan mobil itu akan benar-benar diumumkan kepada publik.

Baca juga: Pekerja Renault-Nissan India pilih libur hindari corona

Baca juga: Renault harapkan penjualan EV dan hibrida berlipat ganda di 2021

Pewarta: A069
Editor: Suryanto
Copyright © ANTARA 2021