Jakarta (ANTARA) - Melakukan perjalanan darat untuk berwisata maupun piknik (roadtrip) menjadi salah satu alternatif favorit liburan saat pandemi.

 Roadtrip menggunakan campervan hingga trailer juga kian diminati oleh berbagai pelancong di seluruh dunia karena ruangnya yang luas, praktis, dan tampilan klasik yang memanjakan mata.

Nah, bagi Anda yang tertarik untuk mencoba berpergian dengan campervan atau trailer, terutama yang berusia klasik maupun bekas, terdapat sejumlah kiat sebelum akhirnya memutuskan untuk membeli dan memodifikasinya sendiri. Berikut rangkumannya, dikutip dari USA Today, Minggu.

Baca juga: Ingin liburan tapi takut ke hotel, coba "campervan"

Kebanyakan trailer atau campervan klasik dibuat di tahun 1970-an atau lebih tua. Kendaraan di tahun-tahun itu tersebut, terutama 70-an dinilai paling aman untuk dipilih karena bentuknya yang ramping dan karena mereka sering kali dibuat dari bahan yang lebih baik.

Trailer klasik semakin populer, gaya vintage telah menjamur di seluruh Amerika Serikat dan negara-negara lain. Pandemi pun membuatnya kian diminati.

Ketika dibeli dengan bijak, sebuah trailer vintage memungkinkan pemiliknya untuk menikmatinya selama bertahun-tahun, dan, jika dijual bertahun-tahun kemudian, kemungkinan menutup harga yang dibayarkan, atau bahkan lebih.

Di Amerika, harga umum untuk trailer vintage “fixer” dapat berkisar dari 500 dolar AS (sekira Rp7,1 jutaan) hingga 3 ribu dolar AS (sekira Rp42,8 jutaan) atau lebih, tergantung pada pekerjaan atau perbaikan dan modifikasi yang harus dilakukan dan diinginkan. Kelemahannya adalah biaya pembangunan kembali yang terlalu besar dan investasi waktu yang besar.

Jika mencari trailer vintage, lakukan pencarian harian untuk "trailer vintage" di mesin pencarian dan e-commerce lokal, hingga Facebook Marketplace, dan halaman surat kabar -- yang mungkin saja menampangkan iklan trailer atau van idaman.

Kemudian bersiaplah untuk beberapa pemeriksaan serius. Anda bisa mengajak teman yang tahu soal pertukangan kayu dan trailer untuk melihat-lihat. Intip ke semua sudut tersembunyi dan di bawah trailer dengan senter untuk mencari tanda-tanda kerusakan air, baik di dasar dinding, lantai, di sekitar jendela interior atau lapisan atap.

Dibeli dengan bijak dan dirawat dengan baik, seseorang dapat mengembalikan investasi bertahun-tahun kemudian, bahkan mungkin melihat beberapa apresiasi dalam nilai yang terkandung di dalamnya.

Baca juga: Tren campervan meningkat di luar negeri sepanjang pandemi COVID-19

Baca juga: Tips liburan naik "campervan" di Selandia Baru ala Nadine-Dimas

Pewarta: A087
Editor: Alviansyah Pasaribu
Copyright © ANTARA 2021