Jakarta (ANTARA) - Perusahaan otomotif Jerman, Porsche, mencatatkan rekor pendapatan 28,7 miliar euro (34,14 miliar dolar AS) pada tahun fiskal 2020, meski kondisi pasar menurun karena pandemi COVID-19.

Dilansir laman resmi perusahaan, Minggu (21/3), laba Porsche sebelum pajak juga meningkat menjadi hampir 4,4 miliar euro pada tahun 2020. Namun secara pengiriman, distribusi mereka turun tiga persen menjadi 272.000 unit mobil di seluruh dunia.

"Tahun keuangan 2020 yang sukses untuk Porsche, meski dalam keadaan yang menantang," kata Oliver Blume, pimpinan dewan eksekutif Porsche AG, dalam sebuah pernyataan.

Oliver Blume memuji kinerja pasar di China yang menaikkan pendapatan Porsche. "China, tidak diragukan lagi, merupakan pasar tunggal terbesar untuk Porsche," kata dia.

Porsche, anak perusahaan Volkswagen, mengirimkan 88.968 mobil ke pelanggan di China pada tahun 2020, meningkat tiga persen tahun ke tahun. Wilayah Asia-Pasifik, Timur Tengah dan Afrika juga "terus menunjukkan pertumbuhan positif secara keseluruhan pada tahun lalu," kata dia,

Kendati demikian, penjualan mereka di Amerika Serikat turun 7 persen, namun tetap menjadi pasar kedua terbesar bagi Porsche.

Di Eropa, kecuali Jerman sebagai pasar domestik, penjualan Porsche tahun lalu hanya turun 4 persen. Sedangkan di pasar Jerman, mereka justru merosot 17 persen.

 


Baca juga: Porsche rencanakan baterai & jaringan pengisian daya berkinerja tinggi

Baca juga: Porsche luncurkan sepeda listrik, intip harga dan spesifikasinya

Baca juga: LEGO buat edisi Porsche 911 Turbo-Targa seharga Rp2,1 juta

Pewarta: A069
Editor: Ida Nurcahyani
Copyright © ANTARA 2021