Jakarta (ANTARA) - Volkswagen (VW) telah menghentikan produksi hatchback elektriknya, e-Golf, karena bersiap untuk membangun jalur produksi baru untuk VW ID 3 di pabrik Dresden, Jerman, media setempat melaporkan pada Kamis.

"Akhir dari e-Golf juga merupakan awal dari persiapan akhir untuk ID 3. Hanya dalam beberapa minggu, kami akan membuka bab selanjutnya untuk 'Transparant Factory'," kata Danny Auerswald, kepala pabrik dari "Transparant Factory" VW di Dresden.

Baca juga: Volkswagen jualan charger mobil listrik, harganya Rp6,3 juta

e-Golf sendiri diketahui merupakan mobil bertenaga baterai-listrik utama pertama Volkswagen.

e-Golf diluncurkan pada tahun 2014 dengan jangkauan 118 mil; atau lebih dari setengah dari ID 3 level pertama. Mobil ini pada awalnya dibangun secara eksklusif di situs Wolfsburg milik Volkswagen.

Produksi kendaraan ini kemudian ditingkatkan pada tahun 2017 untuk memenuhi permintaan terkait mobil listrik, dan diproduksi di "Transparant Factory" Dresden.

Kapasitas baterai untuk mobil facelift ini di tahun 2017 kemudian ditingkatkan dari 24.2kWh menjadi 35.8kWh untuk peningkatan jangkauan sekitar 26 mil.

Volkswagen telah memproduksi 50.401 unit sejak pembaruan ini, dan total 145.561 di kedua lokasi selama produksi enam tahun model tersebut, menjadikannya salah satu mobil listrik paling populer di Eropa.

Pabrik Dresden sekarang akan ditutup selama tiga minggu, sebelum nantinya akan digunakan lagi untuk membangun ID 3 berbasis platform MEB yang sudah bisa dipesan lebih dahulu pada akhir Januari.

Volkswagen mengatakan lebih dari 28 ribu unit telah dikirim ke pelanggan Eropa sejak mobil itu diluncurkan tiga bulan lalu.

Dinamakan Pabrik Transparan karena fasadnya yang didominasi kaca, pabrik Dresden sebelumnya memproduksi sedan mewah Phaeton dan adik merek VW Bentley's Flying Spur.

"Setelah Zwickau, kami adalah lokasi kedua di Eropa untuk memproduksi kendaraan berdasarkan modular e-drive system baru. Karena itu, Volkswagen menggarisbawahi pentingnya pabrik Saxon dalam E-offensive di seluruh grup," kata Auerswald.

Baca juga: Volkswagen targetkan 90 persen penjualan mobil listrik di Norwegia

Pewarta: A087
Editor: Alviansyah Pasaribu
Copyright © ANTARA 2020