Jakarta (ANTARA) - Perusahaan otomotif Jerman Grup Volkswagen melanjutkan transformasinya menjadi perusahaan mobilitas digital dengan menginvestasikan 73 miliar atau sekitar Rp1.223 triliun untuk lima tahun ke depan.

Investasi itu akan digunakan VW untuk pengembangan mobil listrik, powertrain hybrid, dan teknologi digital. Investasi pada belanja modal serta riset dan pengembangan untuk teknologi masa depan akan dinaikkan menjadi 50 persen dari total investasi grup yang mencapai 150 miliar euro.

Baca juga: Volkswagen mulai nikmati pemulihan, jual 1,5 juta unit kuartal tiga

Baca juga: Mobil listrik Volkswagen jadi transportasi umum di Pulau Astypalea


Investasi dalam digitalisasi akan berlipat ganda menjadi 27 miliar euro pada pertengahan dekade, mencerminkan fokus grup yang kuat dalam membangun kemampuan perangkat lunak. Sekitar 35 miliar euro akan dihabiskan untuk kendaraan baterai-listrik.

Selanjutnya sekitar 11 miliar euro telah dialokasikan untuk pengembangan kendaraan hibrida dari model yang ada, demikian VW dalam pernyataan resminya mengenai hasil rapat dengan dewan komisaris, dikutip Minggu.

“Sebagai bagian dari perencanaan investasi Grup Volkswagen, Dewan Manajemen dan Dewan Pengawas hari ini menetapkan landasan untuk mengamankan kesuksesan grup di masa depan. Transformasi grup dan mereknya serta fokus strategis pada area inti mobilitas akan dilaksanakan secara konsisten,” kata Hans Dieter Pötsch, Ketua Dewan Pengawas Grup Volkswagen.

Putaran Perencanaan didasarkan pada ekspektasi bahwa ekonomi global akan tumbuh secara moderat selama lima tahun ke depan. Pertumbuhan sedang dengan perbedaan regional juga diantisipasi untuk pasar individu.

Peningkatan produktivitas 30 persen dan penghematan administrasi untuk mengamankan transformasi finansial. Selain itu, grup secara sistematis bekerja untuk mengoptimalkan portofolio produknya.

Dengan demikian, varian model, kombinasi mesin-transmisi dan fitur yang kurang diminati akan disederhanakan untuk mengurangi kompleksitas dan meningkatkan efisiensi portofolio. Perencanaan tersebut mengecualikan perusahaan joint venture di China, karena mereka bukan bagian dari grup yang terkonsolidasi dan mendanai investasi pada pabrik dan produk dari sumber daya mereka sendiri.

Volkswagen adalah produsen mobil pertama yang berkomitmen pada Perjanjian Paris dan bertujuan untuk menjadi netral iklim pada tahun 2050. Selama sepuluh tahun ke depan, grup bermaksud untuk meluncurkan sekitar 70 model semua-listrik pada tahun 2030.

Sekitar 20 di antaranya sudah dalam produksi, dengan 50 lagi akan menyusul. Selain itu, sekitar 60 model hibrida direncanakan pada akhir dekade ini, sedikit lebih dari setengahnya sudah diproduksi.

VW menargetkan untuk memproduksi sekitar 26 juta mobil listrik sepenuhnya pada tahun 2030. Sekitar 19 juta dari kendaraan ini akan didasarkan pada Modular Electric Drive Toolkit (MEB), dengan sebagian besar dari tujuh juta sisanya akan menggunakan platform APD berperforma tinggi.

Baca juga: Volkswagen ID4 tantang Tesla di pasar China

Baca juga: Permintaan mobil mewah naik, VW China raih keuntungan saat pandemi

Baca juga: VW tarik 210.000 Jetta karena baut mesin mudah kendur

Pewarta: S026
Editor: Ida Nurcahyani
Copyright © ANTARA 2020