Jakarta (ANTARA) - Seiring kemajuan dalam pengembangan teknologi baterai, mobil listrik harganya bakal semakin terjangkau, setidaknya mulai tahun depan, sedangkan yang beredar sekarang ada lusinan yang harganya di bawah 50.000 euro atau Rp800-an juta.

Berikut mobil listrik terbaru dari merek ternama atau mainstream yang berharga di bawah Rp800-an juta dan bisa dibeli tahun ini, mengutip berbagai sumber, Kamis:

Kia e-Niro 64 kWh
SUV listrik buatan perusahaan Korsel ini mampu melesat dari 0 - 100 km dalam waktu 7,8 detik, dengan kecepatan maksimum 167 km/jam, dan mampu menjangkau 370 km dalam sekali pengisian daya baterai penuh. e-Niro model ini dibanderol 39,090 euro setara sekira Rp633-an juta.

Baca juga: Seoul gelar acara mobilitas hidrogen pertama di dunia

Baca juga: BMW akan gunakan sel baterai dengan energi terbarukan

 
Kia e-Niro. (ANTARA/Kia)


e-Niro tersedia juga dalam varian baterai 39 kWh, yang berkemampuan akselerasi dari 0 - 100 km/jam dalam waktu 9,8 detik, dan top speed 155 km/jam, sedangkan jangkauannya 235 km. Yang model ini dihargai 35.290 euro (Rp571-an juta).

Kia e-Soul 64 kWh
Dibanding saudaranya di atas, e-Soul ini memiliki kemampuan akselerasi nyaris sama, lebih lambat 1 detik saja, sementara kecepatan maksimumnya sama 167 km/jam, tapi jangkuannya lebih pendek sedikit, hanya 365 km untuk satu kali pengisian daya baterai.
 
Kia e-Soul. (ANTARA/Kia)


Kia e-Soul tersedia juga dalam versi baterai berdaya 39 kWh dan mungkin bakal ada versi 42 kWh. Yang 39 kWh memiliki kecepatan maksimum 156 km/jam dan jangkauan mengemudi 230 km sekali pengisian daya baterai. Kia e-Soul dibanderol 37.790 euro (Rp612-an juta) dan 33.990 euro (Rp550-an juta).
Peugeot e-208
Crossover merek Prancis ini dibekali baterai berkapasitas 50 kWh, yang mampu melesat dari 0 - 100 km/jam dalam waktu 8,1 detik, lebih cepat dari punya Kia. Namun, soal kecepatan maksimumnya kalah, hanya 150 km/jam, sementara jangkauannya 275 km untuk sekali pengisian daya baterai penuh.
 
Peugeot e-208. (ANTARA/Peugeot)


Mobil ini dibanderol bervariasi di Eropa, di negara asalnya 36.250 euro (Rp587-an juta), sedangkan di Jerman lebih murah, 30.450 euro atau sekira Rp493-an juta.

Mini Cooper SE
Mobil ikonik dari brand Inggris yang dimiliki BMW ini memiliki kapasitas baterai 32,6 kWh, lebih kecil dari yang ditawarkan Kia maupun Peugeot. Namun, dalam akselerasi, ia dari diam dan mencapai kecepatan 100 km/jam dalam waktu hanya 7,3 detik. Mobil berdaya jangkau 180 km ini dibanderol sekira 32.500 euro atau sekira Rp526-an juta.
 
Mini Cooper SE. (ANTARA/Mini)


Baca juga: Mobil listrik Mini-E akan hadir setelah 2021

Baca juga: Mini Cooper berkonsep "supercar" hadir dalam bentuk sketsa

Renault Zoe ZE50
Seperti halnya merek lain, Renault Zoe ZE50 tersedia dalam dua varian, R135 dan R110. R315 memiliki performa lebih baik, dengan akselerasi ke 100 km/jam 9,5 detik, kecepatan maksimum 140 km/jam, dan jangkauan 310 km.
Renault Zoe. (ANTARA/Renault)


Kalau yang model R110 berakselerasi dari 0 - 100 km/jam dalam waktu 11,4 detik, kecepatan maksimum 135 km/jam, dengan jangkauan berkendara 315 km untuk satu kali pengisian daya baterai. Dua mobil listrik Renault ini dibanderol 33.990 euro dan 31.990 euro atau Rp550-an juta dan Rp518-an juta.

Hyundai Kona Electric
Pabrikan Korea mitra Kia ini menyediakan Kona Electric dalam dua varian, berbaterai 42 kWh dan 64 kWh. Varian 42 kWh memiliki daya jangkau 255 km, akselerasi 0 - 100 km/jam 9,9 detik dan daya jangkau 255 km.
Hyundai Kona Electric. (ANTARA/Hyundai)


Untuk varian 64 kWh, lebih gesit dengan catatan akselerasi 7,9 detik, berkecepatan maksimum 167 km/jam, dan daya jangkau 400 km untuk satu kali pengisian. Kona Electric, di Eropa dipasarkan antara 34.400 euro hingga 41.400 euro atau sekira Rp557-an juta dan Rp670-an juta. Mungkin di Asia bakal lebih murah.
Hyundai IONIQ
Mobil lisrik Hyundai yang satu ini dibekali baterai 40,4 kWh, dengan kemampuan akselerasi 0 - 100 km/jam dalam waktu 9,7 detik, kecepatan tertinggi 165 km/jam, dan jangkauan berkendara 250 km untuk satu kali pengisian daya baterai. Ini dibanderol 34.900 euro atau Rp565-an juta di Eropa, di Asia juga mungkin lebih murah.
Hyundai IONIQ. (ANTARA/Hyundai)


Baca juga: Hyundai luncurkan bus listrik "Country Electric"

Baca juga: Hyundai - LG pertimbangkan dirikan pabrik baterai di Indonesia


Nissan Leaf
Model pertama mobil listrik Nissan ini sudah ada pembaruan modelnya, yakni Nissan Leaf e+. Model baru itu dibekali baterai 62 kWh, lumayan besar, sehingga mampu menjangkau 325 km sekali pengisian baterai, berakselerasi 0 - 100 km dalam waktu 7,3 detik dan kecepatan maksimum 157 km/jam.
Nissan Leaf. (ANTARA/Nissan)


Varian originalnya, Leaf, dibekali baterai 40 kWh, dengan kemampuan akselerasi 7,9 detik, top speed 144 km/jam, dan jangkauan 220 km. Nissan Leaf dibanderol antara 29.900 euro dan 38.200 euro atau sekira Rp484-an juta dan Rp618-an juta.
Nissan e-NV200 Evalia
Bukan hanya menyediakan mobil perkotaan kecil, Nissan juga sudah mengelektrifikasi mobil keluarga Evalia. Nissan e-NV200 Evalia dibekali baterai 40 kWh dengan akselerasi 14,0 detik, kecepatan maksimum 123 km/jam, dan jangkauan 190 km. Performanya tak sebagus model city car-nya mungkin karena badannya yang bongsor. Evalia listrik ini dibanderol 43.433 euro atau sekira Rp703-an juta.
 
Nissan eNV200 Evalia (ANTARA/Nissan)


BMW i3 120 Ah
Sedan kecil listrik BMW ini dibekali baterai 42,2 kWh, dengan daya jangkau 235 km satu kali pengisian daya baterai. i3 berakselerasi dari 0 - 100 km/jam dalam waktu 7,3 detik dan kecepatan maksimumnya 150 km/jam. i3 model ini dibanderol 38.000 euro atau sekira Rp615-an juta.
BMW i3. (ANTARA/BMW)


Baca juga: BMW akan gunakan sel baterai dengan energi terbarukan

Baca juga: Penjualan mobil listrik Eropa justru melonjak saat corona

Opel Ampera-e
Merek di bawah GM yang hanya banyak ditemui di Eropa ini membeli Ampera-e dengan baterai 62,2 kWh, dengan kemampuan akselerasi 7,3 detik, kecepatan maksimum 150 km/jam, dan jangkuan berkendara 335 km untuk satu kali pengisian baterai. Opel Ampera-e dibanderol dengan harga 42.990 euro atau sekira Rp696-an juta.
Opel Ampera E (ANTARA/Opel)


Renault Kangoo Maxi ZE 33
Seperti halnya Nissan, Renault juga menyediakan mobil keluarga listrik. Renault Kangoo Maxi ZE33 dibekali baterai 33 kWh, dengan kemampuan akselerasi 22,4 detik, kecepatan maksimum 130 km/jam, dan jangkauan 160 km. Mobil ini dibanderol 38.000 euro atau sekira Rp615-an juta.
Renault Kangoo Maxi ZE 33 (ANTARA/Renault)

Volkswagen e-Golf
Mobil listrik dari pabrikan Jerman Volkswagen ini sudah tersedia di pasaran. Mobil ini dibekali baterai 35,8 kWh, dengan kemampuan akselerasi 0 - 100 km dalam 9,6 detik, kecepatan maksimum 150 km/jam, dan jangkauan 190 km. Mobil ini dibanderol 31.900 euro atau sekira Rp516-an juta.
Volkswagen e-Golf. (ANTARA/VW)


Tesla Model Y
Mobil dari pabrikan pionir mobil listrik ini akan hadir dalam model terbaru 2020, dengan performa cukup bagus, berakselerasi dari 0 - 96,5 km/jam dalam waktu 4,4 detik, berdaya jangkau 508 km untuk satu kali pengisian daya baterai. Mobil yang mampu melaju dengan kecepatan 233,3 km/jam ini dibanderol 54.190 dolar atau sekira Rp784 juga.
Tesla Model Y. (ANTARA/Tesla)


Honda e
Mobil listrik kecil Honda ini sudah bisa dipesan di Eropa dan akan tersedia segera. Mobil dengan bentuk sederhana ini dibekali baterai 35,5 kWh, dan bisa diisi ulang dari 10 - 80 persen kapasitas baterainya dalam waktu hanya 30 menit.

Baca juga: Honda dirikan Hynex Mobility Service

Baca juga: GM akan produksi mobil listrik untuk Honda, dengan baterai baru


Mobil yang memiliki daya jangkau 220 km untuk satu kali pengisian daya baterai ini dibanderol dengan harga antara 32.000 dolar (Rp463 juta) hingga 39.800 (Rp576-an juta) tergantung kebijakan insentif atau potongan harga di negara masing-masing.
Honda e. (ANTARA/Honda.)

Pewarta: S026
Editor: Maria Rosari Dwi Putri
Copyright © ANTARA 2020