Jakarta (ANTARA) - Produsen mobil Prancis, Renault, pada Senin (30/3) mengumumkan akan kembali menjalankan pabriknya di Wuhan China, dan Busan Korea Selatan yang sempat ditutup sementara karena pandemik virus corona baru (COVID-19)

"Semua pabrik saat ini ditutup, kecuali pabrik-pabrik di China dan Korea Selatan, yang telah kembali beroperasi atau sedang dalam proses menuju ke sana," kata perusahaan itu dalam sebuah pernyataan.

Namun perusahaan yang menjadi mitra Nissan dalam aliansi global Renault-Nissan-Mitsubishi itu tidak menjelaskan kapan pabrik mereka di Wuhan akan kembali dijalankan.

Baca juga: Pabrik Toyota di Eropa akan kembali beroperasi pertengahan April

Baca juga: Nissan setop sementara produksi di tiga pabrik Jepang


Pabrik Renault di Wuhan, kota yang menjadi pusat virus corona, telah ditutup sejak akhir Januari.

Pabrik itu memiliki kapasitas produksi tahunan mencapai 150.000 unit kendaraan.

Pabrik di Busan Korea Selatan yang dapat memproduksi 216.000 mobil per tahun, sudah dihentikan sejak 7 Februari.

Renault mewaspadai penurunan keuntungan imbas virus corona. Pada tahun lalu, penjualan Renault turun 3,4 persen menjadi 3,75 juta kendaraan.

Pemerintah Prancis, yang memiliki 15 persen saham di Renault, mengatakan akan "waspada" atas penutupan pabrik atau pemutusan hubungan kerja.

Baca juga: Hyundai hentikan sementara operasi di pabrik Rusia dan Turki

Baca juga: Toyota, GM perpanjang masa henti operasional pabrik

Baca juga: Pabrik ban Hankook tangguhkan operasi di AS

Pewarta: KR-CHA
Editor: Alviansyah Pasaribu
Copyright © ANTARA 2020