Jakarta (ANTARA) - Banjir yang baru-baru ini melanda Jakarta dan sekitarnya, membuat banyak mobil yang juga ikut terendam air, sehingga pemilik perlu melakukan perbaikan dengan biaya yang tidak sedikit, baik untuk eksterior, interior, dan mesin.

Menurut Presiden Direktur PT Global Auto International Andi Setiawan, coating bisa menjadi salah satu langkah antisipatif untuk mencegah rusaknya komponen interior mobil ketika terendam banjir.

"Kalau sebagai anti banjir tidak, tetapi lebih tepatnya bisa meminimalisir kerugian yang ditanggung oleh pemilik mobil," kata Andi di Jakarta, Selasa.

Baca juga: Topcoat kembangkan bisnis waralaba poles bodi mobil

Baca juga: Tips merawat mobil setelah "coating"


Menurutnya, coating pada bagian interior bisa merendahkan resiko air yang masuk ke kabin agar tidak terlalu diresap oleh komponen di dalamnya dan memberikan "efek daun talas".

"Jika mobil terendam banjir sampai ke dalam, airnya tetap masuk tetapi setidaknya berkurang karena ada efek daun talas. Jadi air tidak semuanya menyerap ke jok," kata dia.

Sementara GM Marketing and Sales PT Global Auto International Andy Hartono menambahkan, efek dari coating interior mobil dapat bertahan lebih dari satu tahun.

"(Coating) Interior tidak permanen efeknya, biasanya lebih dari setahun. Efek yang kita kita hasilkan tidak bau, tidak mengubah warna, dan bisa buat mulai dari (bahan) fabric dan kulit," kata Andy.

Proses coating total untuk satu mobil sendiri biasanya memakan waktu pengerjaan hingga empat hari, dan dibanderol mulai Rp8 juta.

Baca juga: Kiat sederhana rawat mobil tetap kinclong di musim hujan

Baca juga: HD Car Care jalin kerja sama Jakarta Golf Club

Baca juga: Cara menjaga cat mobil tetap berkilau

Pewarta: A087
Editor: Alviansyah Pasaribu
Copyright © ANTARA 2020