Jakarta (ANTARA) - Hujan yang mengguyur Jakarta dan sejumlah wilayah lainnya pada hari pertama tahun 2020 menyebabkan banjir di sejumlah titik.

Melalui foto dan video yang beredar di lini masa media sosial, terlihat banjir tersebut menggenangi kendaraan dengan kedalaman yang bervariasi.

Baca juga: Bagaimana cara identifikasi mobil bekas terendam banjir?

Jika kendaraan Anda terendam air, terutama mobil, setidaknya ada tiga hal utama yang bisa dilakukan.

"Segera cabut kabel pada terminal aki," kata Sularno, mekanik sebuah bengkel mobil di Jalan Alternatif Cibubur, Jawa Barat, Rabu.

"Air bikin konslet, apalagi kelistrikan punya fungsi penting pada mobil," kata pria yang biasa disapa Larno dan sudah 18 tahun menjadi montir itu.

Ia menambahkan, dengan mencabut kabel aki maka mesin mobil tidak akan bisa dihidupkan, sehingga risiko kerusakan parah karena memaksa hidupkan mobil bisa dihindari sejak dini.
 
Warga mendorong motornya di dekat taksi yang terendam genangan banjir di Jalan DI Panjaitan, Cawang, Rabu (1/1/2020). (ANTARA FOTO/Aprillio Akbar)


Baca juga: Jurus jitu menerabas genangan air
 

Hal kedua yang bisa dilakukan pemilik kendaraan adalah memeriksa komponen utama yang terendam banjir. Hal itu sebaiknya dilakukan jika banjir sudah surut.

"Periksa oli -- segala macam bagian yang dilumasi oli -- lalu cek apakah air masuk ke saluran udara yang menuju ruang bakar," kata Larno.

Larno menjelaskan bahwa perangkat pada mesin mobil, utamanya bagian ECU (Electronic Control Unit) cukup mahal, sehingga disarankan untuk lebih berhati-hati.

"Mobil masa kini biasanya kalau banjir kena ECU, itu juga mahal," kata dia. "Yang penting kalau semuanya kena, jangan pernah nekat dihidupkan."

Ia menjelaskan jika pemilik gegabah untuk menghidupkan mobil, maka menyebabkan water hammer, atau air masuk ke ruang bakar dan merusak komponen utama.

Baca juga: Tips menyetir saat banjir

Baca juga: Tips keselamatan saat banjir

Baca juga: Tips aman bermotor di musim hujan

 

Hal ketiga yang perlu dilakukan, kata dia, adalah membawa mobil ke bangkel tanpa dihidupkan mesin dan kontaknya.

"Meski Bapak paham mesin, apakah Bapak punya alat-alat perbaikan di rumah? Maka dari itu, biar diperiksa oleh bengkel," katanya.

Menurutnya, lebih baik menyerahkan mobil yang rusak akibat kena banjir ke ahlinya untuk menghindari kerusakan yang leih parah.

"Kadang kesalahan sepele saat memperbaiki mobil sendiri bisa berakibat fatal, misalnya korsleting listrik," tutup dia.

Baca juga: Musim hujan tiba, ini tips untuk mengemudi

Baca juga: Naik kendaraan, jangan pernah terjang banjir tinggi

Baca juga: Tujuh hal yang perlu diperhatikan saat hujan

 

Pewarta: A069
Editor: Ida Nurcahyani
Copyright © ANTARA 2020