Wonosobo (ANTARA) - Bahan bakar B30 berhasil lolos uji kemampuan menghidupkan mesin kendaraan (start ability), yakni kurang dari dua detik pada mobil yang tidak digunakan selama 21 hari.

"Dari Gaikindo menyampaikan bahwa waktu maksimal untuk menyalakan kendaraan yang dites ini harus kurang dari lima detik, namun tadi semua di angka satu detik," kata Kepala Badan Penelitian dan Pengembangan Energi dan Sumber Daya Mineral (Balitbang ESDM), Dadan Kusdiana di Dieng, Wonosobo, Jawa Tengah, Rabu.

Hasil itu didapat dari pengujian terhadap tiga kendaraan, yang dilakukan di dataran tinggi Dieng. Uji pada unit mobil pertama menggunakan bahan bakar solar murni (B0) dengan suhu di lokasi sekitar 15 derajat Celsius. Kendaraan itu mampu menyala dalam waktu 1,05 detik.

Baca juga: Bio-solar B30 sukses diuji pada suhu dingin Dieng

Berlanjut ke uji kendaraan kedua menggunakan bahan bakar B30 dengan kadar monogliserida 0,4 persen. Suhu lokasi sekitar 17,3 derajat Celsius dan kendaraan menyala dalam waktu 1,18 detik.

Pengujian pada mobil ketiga, mencatatkan hasil mengesankan dengan memakai B30, kadar monogliserida 0,55 persen. Hanya butuh 0,997 detik saja bagi kendaraan untuk menyala.

"Jadi dengan hasil ini kita akan menjalankan program B30 dengan kandungan monogliserida 0.55," kata Dadan.

Pengujian di lokasi dataran tinggi dengan suhu dingin itu dilakukan untuk memastikan kemampuan dan ketahanan bahan bakar B30.

Baca juga: Tahapan uji coba bahan bakar B30 berakhir Oktober 2019
 

Pewarta: KR-CHA
Editor: Heppy Ratna Sari
Copyright © ANTARA 2019