Jakarta (ANTARA) -

"Program B30 pada tahun 2020 akan mampu menyerap biodiesel dalam negeri sebesar 9,6 juta kL sehingga akan mengurangi impor solar sebesar 3 juta kL," kata Agus di pameran GIICOMVEC 2020, Jakarta, Kamis.

"Dan dapat meningkatkan nilai tambah CPO menjadi biodiesel sebesar Rp13,81 triliun, serta mengurangi emisi GRK sebesar 14,25 juta ton CO2 atau setara 52.010 bus kecil," ujarnya melanjutkan.

Program yang diluncurkan Presiden Joko Widodo pada tanggal 23 Desember 2019 ini menjadikan Indonesia sebagai negara pertama di dunia yang berhasil mengimplementasikan B30 dengan bahan baku utama bersumber dari kelapa sawit.

Menperin Agus juga mengapresiasi para pelaku industri kendaraan komersial atas dukungannya terhadap kebijakan tersebut.

"Kami menyampaikan apresiasi setinggi-tingginya kepada industri kendaraan komersial atas partisipasi dan dukungannya terhadap kebijakan mandatori biodiesel (B30) yang diluncurkan Presiden Jokowi, Desember lalu," kata dia.

Lebih lanjut, ia berharap industri kendaraan komersial diharapkan kontribusinya untuk terus menyukseskan kebijakan pemerintah lainnya seperti penerapan kebijakan zero Over Dimension Over Loading (ODOL) yang akan berlaku efektif per 1 Januari 2023.

"Selain ODOL, ada pula kebijakan penerapan standar baku mutu standar emisi Euro 4 yang akan berlaku efektif pada bulan April 2021 untuk kendaraan bermotor berbahan bakar diesel," jelas Agus.

Baca juga: GIICOMVEC 2020 akan fokus pada kendaraan niaga yang aman

Baca juga: Giicomvec 2020 jadi ajang menjajal truk baru

Baca juga: Giicomvec hadirkan lima mobil baru dari Suzuki, DFSK hinga Fuso

Pewarta: A087
Editor: Maria Rosari Dwi Putri
Copyright © ANTARA 2020