Must Read

Rabu, 22/10/2014

Tim "Sapu Angin" ITS beraksi di Sepang Malaysia

Senin, 2 Juli 2012 17:35 WIB | 0 Views
Tim
Rektor ITS, Prof Ir Priyo Suprobo Msc Phd (kiri) bersama President Director PT Shell Indonesia, Darwin Silalahi (kanan) melihat prototype mobil hemat energi pada peluncuran prototype "Mobil Sapu angin Hemat Energi" (FOTO ANTARA/Bhakti Pundhowo)
Surabaya (ANTARA News) - Tim mobil hemat bakar "Sapu Angin 6", "Sapu Angin 7", dan "Antasena 1" dari Institut Teknologi Sepuluh Nopember (ITS) Surabaya berangkat ke ajang tahunan "Shell Eco Marathon Asia 2012" di Sepang, Malaysia.

Ketiga tim itu dilepas Rektor ITS Prof Dr Ir Tri Yogi Yuwono DEA yang didampingi Pembantu Rektor I Prof Dr Eng Ir Herman Sasongko dan Ketua Jurusan Teknik Mesin ITS Bambang Pramujati ST MSc PhD di gedung Pascasarjana ITS, Senin.

"Jangan takut menang," katanya saat memberikan sambutan untuk menyemangati 15 mahasiswa multi-jurusan yang tergabung dalam tim ITS itu dan berlaga di Malaysia pada 4-7 Juli.

Juga jangan takut untuk kalah. "Tanpa berangkat pun, kalian telah menjadi juara, karena mampu membuat mobil Sapu Angin dan Antasena itu," katanya.

Dalam pelepasan tim ITS yang juga dihadiri Kepala Badan Pembinaan Kemahasiswaan dan Hubungan Alumni ITS Dr Ir Bambang Sampurno MT itu, ia berharap kontingen ITS tetap berjuang keras seperti tim ITS yang meraih predikat juara umum dalam Kontes Robot Nasional (KRN) 2012 di Bandung (1/7).

"Jangan lupa untuk tidak berprasangka buruk kepada Tuhan. Keberhasilan ITS menjadi juara dalam KRN 2012 tidak luput dari doa yang dipanjatkan oleh semua sivitas akademika ITS," katanya.

Secara terpisah, Manajer Umum Tim ITS `Sapu Angin 2012`, Yoga Dwi Widagdo, mengatakan mobil hemat energi "Sapu Angin 6" itu mampu mengonsumsi energi 2.000 kilometer per liter.

"Untuk mobil Sapu Angin 6 yang berbahan bakar bensin dan berlaga di kelas prototype itu ditargetkan dapat menjadi juara Asia," katanya.

Tapi, untuk mobil Sapu Angin 7 yang berbahan bakar biodiesel (Fame) dan berlaga di kelas urban concept itu ditargetkan dapat memecahkan rekor dunia yang dipegang AS dengan 270 kilometer per liter.

"Satu unit mobil lagi adalah mobil Antasena yang berbahan bakar hidrogen dan akan berlaga di kelas prototype," kata mahasiswa semester 8 Jurusan Teknik Mesin pada Fakultas Teknologi Industri (FTI) ITS Surabaya itu.

(E011)

Editor: Suryanto

COPYRIGHT © 2012

 Di tengah kompetisi pasar otomotif Indonesia yang semakin ketat, segmen compact car Toyota membukukan pertumbuhan tertinggi sepanjang tahun, di mana kontribusi terbesar ...
» Selanjutnya
Sepeda motor bahan bakar gas (BBG) yang dikembangkan peneliti Universitas Surya, Serpong Tangerang Banten diklaim pembuatnya aman."Selama proses penelitian bertahun-tahun, kami ...
» Selanjutnya
Dua pebalap MotoGP jagoan Honda, Marc Marquez dan Dani Pedrosa, datang ke Jakarta untuk menyapa penggemarnya, Senin.Menyambut kedatangan dua pebalap Honda itu main dealer motor ...
» Selanjutnya
Perusahaan otomotif asal India, Tata Motors, menampilkan mobil konsep compact Sport Utility Vechicle (SUV) Nexon selama IIMS 2014 di Jakarta."Nexon merupakan compact SUV yang ...
» Selanjutnya
Baca Juga
Back to top