Jakarta (ANTARA) - Setelah pembangunan pabrik di China, perusahaan mobil listrik Tesla melirik India sebagai pasar berikutnya di Asia.

"Kami akan sangat senang berada di sana tahun ini. Jika tidak, pasti tahun berikutnya!" kata Pemimpin Tesla Elon Musk melalui akun Twitter-nya pada Sabtu (16/3), dikutip dari Bloomberg, Selasa.

Musk menyebut India sebagai pasar otomotif terbesar keempat di dunia.

Sebelumnya, pemerintah yang dipimpin Narendra Modi itu pernah meminta Tesla mendirikan pabrik di negara mereka. Musk lantas menjawab permintaan itu melalui Twitter, "beberapa peraturan pemerintah ada yang menantang" sekaligus menjadi rintangan.

Musk meminta keringanan sementara atas pembatasan impor mobil sampai pabrik lokal Tesla dibangun di India. Tapi, hal itu belum terwujud.

Sebelumnya, Tesla telah mengoperasikan pabrik senilai 5 miliar dolar AS di China sebagai fasilitas manufaktur mobil pertama produsen asal AS itu di luar negeri.

Pabrik Tesla di China dibangun melalui perencanaan selama empat tahun. Langkah itu juga upaya perluasan pasar Tesla sekaligus antisipasi jika pabila pasar otomotif AS menurun.

Walau tidak sebesar China, India merupakan pasar potensial bagi sejumlah produsen pembuat kendaraan. Hanya saja Negeri Hindustan itu punya banyak tantangan untuk produsen mobil listrik menyusul jumlah stasiun pengisian daya yang terbatas.

Mengacu data Bloomberg NEF, India memiliki 6.000 kendaraan listrik dibandingkan 1,35 juta mobil listrik di China.

Pewarta:
Editor: Imam Santoso
Copyright © ANTARA 2019