Jakarta (ANTARA News) - Peristiwa kebakaran terjadi di pabrik besar Tesla yang berada di Nevada Tahoe-Reno Industrial Center, Nevada pada Sabtu malam (15/9) waktu setempat, dan terus berlanjut hingga Minggu dinihari, petugas untuk keadaan darurat dan perusahaan mengatakan.

Dilansir dari Channel News Asia, Senin, Perusahan mengatakan tidak ada korban luka akibat peristiwa kebakaran itu, dan kegiatan produksi telah dilanjutkan kembali.

Departemen manajemen untuk kejadian darurat, Country Storey mengatakan unit pemadam kebakaran daerah setempat menerima laporan kebakaran pabrik besar Tesla pada pukul 22.12 malam waktu setempat. 

Api berhasil dikendalikan setelah personil pemadam kebakaran memadamkan api menggunakan alat penyembur (sprinkler).

Direktur Departemen Joe Curtis mengatakan dalam sebuah pernyataan bahwa proses pembersihan dan perbaikan pasca kebakaran dilakukan pada Minggu sekitar pukul 02.00 pagi.

Seorang juru bicara Tesla mengatakan para karyawan telah dievakuasi sebagai tindakan pencegahan. Tidak ada cedera yang dialami oleh karyawan pasca kejadian tersebut, dan proses produksi telah dimulai kembali pada Minggu pagi.

Baca juga: Tesla hentikan operasi pabrik selama enam hari

Juru bicara itu dalam sebuah pernyataan menyebut api berasal dari lapisan oven pada tabung pendingin yang berada di lantai tiga pabrik. Terkait penyebabnya, masih dalam proses investigasi.

Juru bicara itu tidak membeberkan lebih lanjut mengenai rincian kerusakan yang ditimbulkan oleh peristiwa kebakaran tersebut.

Menurut situs produsen mobil listrik tersebut, pabrik besar di Nevada ini memproduksi kendaraan listrik Model 3 dan kemasan baterai.

Peristiwa kebakaran ini menjadi yang terbaru untuk pabrik Tesla. Sebelumnya pada bulan lalu, pabrik Tesla di California juga mengalami kebakaran dalam skala kecil.

Baca juga: Tesla akan dirikan pabrik mobil listrik milik sendiri di China
 
Penerjemah: Fathur Rochman
Copyright © ANTARA 2018