Penjualan mobil diprediksi tembus 1,1 juta unit pada 2018

Selasa, 16 Januari 2018 20:10 WIB
Penjualan mobil diprediksi tembus 1,1 juta unit pada 2018
Pengunjung mengamati mobil yang dipamerkan pada Pameran Otomotif Surabaya di Surabaya, Jawa Timur, Rabu (7/12/2016). (ANTARA/Zabur Karuru) ()

Jakarta (ANTARA News) - Ketua I Gabungan Industri Kendaraan Bermotor Indonesia (Gaikindo), Jongkie Sugiarto, memprediksi penjualan mobil sepanjang tahun 2018 akan menembus angka 1,1 juta unit, atau naik dari penjualan 2017 sebanyak 1,079 juta unit.

Angka 1,079 unit untuk penjualan mobil 2017 itu telah mengalami kenaikan 1,6 persen jika dibandingkan tahun 2016 yang terjual sebanyak 1,06 juta unit.

"Kami canangkan kembali di angka 1,1 juta. Kalau 2017 1,079 juta, maka kami harap bisa naik sedikit sampai 1,1 juta," kata Jongkie kepada wartawan dalam diskusi Prediksi Industri Otomotif Indonesia 2018 di Thamrin Nine, Jakarta, Selasa.

Ia menjelaskan kenaikan penjualan mobil akan tercapai apabila didukung sejumlah faktor antara lain tidak ada kenaikan harga bahan bakar, kemudahan sistem kredit, pembangunan infrastruktur, tarif pajak yang seragam, ekonomi global, serta nilai tukar rupiah.

Selain itu, peluncuran model-model baru dari para pabrikan juga akan mendorong masyarakat untuk membeli atau mengganti kendaraannya dengan model teranyar.

Selain menargetkan kenaikan penjualan kendaraan secara domestik, Gaikindo juga berharap pabrikan mobil di Indonesia mampu menggenjot kinerja ekspor dengan memproduksi kendaraan yang diminati negara lain, misalnya sedan dan pickup.

"Kami kejar untuk memproduksi kendaraan yang disukai dunia, misalnya sedan. Sementara di Indonesia produksi masih dominan MPV sehingga belum memenuhi minat dunia," katanya.

(Baca: Penjualan mobil Indonesia 2017 naik 1,6 persen)

Adapun tren otomotif pada 2018, menurut Jongkie, masih akan berkutat di sektor kendaraan ramah lingkungan dan penerapan bahan bakar berstandar Euro IV.

"Trennya ke LCEV (Low Carbon Emission Vehicle). Sejak 2013 sudah ada LCGC, sekarang trennya ke kendaraan hemat BBM dengan emisi yang rendah," katanya.

"September ini sudah masuk Euro IV, diesel masih 4 tahun lagi. Diharapkan Pertamina sudah mendistribusikan BBM Euro IV ke pelosok," kata Jongkie.

Pada Desember 2017, Sekretaris Jenderal Kementerian Perindustrian RI Haris Munandar juga memperkirakan angka penjualan mobil pada tahun 2018 akan naik mencapai 1,1 hingga 1,2 juta unit.

"Tahun depan bisa menggeliat naik sampai 1,1 atau 1,2 juta unit. Walaupun tahun ini tidak akan sampai 1,2 juta, paling-paling 1,06 juta sampai mendekati 1,1 juta unit," kata Haris Munandar di di Bogor, Jawa Barat, Rabu (20/12/17).

Editor: Kunto Wibisono

COPYRIGHT © 2018

Distributor resmi Mazda di Indonesia, PT Eurokars Motor Indonesia (EMI), memperkenalkan varian baru dari segmen hatchback sporty, Mazda3 Speed, guna ...
Jaringan portal jual beli mobil bekas iCar Asia mengumumkan pertumbuhan pendapatan 87 persen pada 2017 dari dua anak usahanya di Indonesia, yakni Mobil123.com ...
Permintaan sport utility vehicle (SUV) diprediksi masih tumbuh tahun ini, meskipun pasar otomotif diperkirakan masih lesu karena masyarakat cenderung wait and ...
Grup otomotif Jerman, Daimler, bersama perusahaan suplier Robert Bosch akan menguji armada swakemudi yang diberi nama Robo-taxis dalam beberapa bulan ke ...
Kendaraan listrik otonom akan merevolusi mobilitas perkotaan dengan memangkas biaya perjalanan hingga 40 persen dan mengurangi emisi CO2 menjadi nol menurut ...