Jakarta (ANTARA News) - Pasar mobil di Indonesia masih berat untuk tumbuh signifikan tahun depan, seiring dengan pertumbuhan ekonomi nasional yang diproyeksi masih di bawah enam persen.

Presdir PT Toyota Astra Motor (TAM) Yoshihiro Nakata, di Jakarta, Selasa, mengatakan kondisi pasar kendaraan roda empat di Indonesia tahun depan tidak akan jauh berbeda dibandingkan tahun ini. 

"Pasar berat (tumbuh) dan berlanjut tahun depan," ujarnya. 

Apalagi, lanjut Nakata, persaingan semakin ketat. "Hampir semua merek mengeluarkan model baru," katanya. 

Diakuinya, persaingan sangat ketat terjadi di segmen kendaraan tujuh penumpang kecil (low multi-purpose vehicle/LMPV) yang merupakan pasar terbesar di Indonesia.

"Situasi persaingan makin berat, dan berat," ujarnya.

Kehadiran Mitsubishi Xpander dan Wuling Confero, diakui Nakata maupun Wakil Presdir TAM Henry Tanoto, sebagai "ancaman" positif yang mendorong Toyota meningkatkan layanan agar konsumen mendapatkan pengalaman terbaik kepemilikan kendaraan.

Kendati banyak model baru, pasar tetap tidak bergerak signifikan, sehingga model baru hanya menggerus porsi pasar model yang sudah ada lebih dulu. 

Henry menilai salah satu faktor penyebab pasar tidak bergerak signifikan karena konsumen cenderung menunda pembelian mobil.

"Daya belinya ada, tapi konsumen menunda pembelian," katanya.

Kondisi tersebut diperkirakan masih akan berlanjut tahun depan. Apalagi pada 2018 akan ada pemilihan kepala daerah (pilkada) serentak dan pemerintah pun hanya memproyeksikan pertumbuhan ekonomi yang tidak jauh beda dibanding tahun ini yaitu 5,4 persen. 

Oleh karena itu, TAM hanya menargetkan untuk mempertahankan pangsa pasar sebesar 35 persen tahun depan tanpa berani menyebut angka pertumbuhan yang ingin dicapai.

"Kami ingin mempertahankan pangsa pasar, mempertahankan bukan bertambah," ujar Henry. 

Sampai Januari-November 2017 penjualan secara wholesales Toyota mencapai sekitar 347 ribu unit. 

Henry memperkirakan pada Desember penjualan mobil Toyota bisa menembus angka 33 ribu unit, sehingga total penjualan TAM mencapai 380 ribu unit.

Bila target itu tercapai maka penjualan Toyota tahun ini sama dengan tahun 2016.

Pewarta:
Editor: Tasrief Tarmizi
Copyright © ANTARA 2017