Jakarta (ANTARA) - Tesla tengah menghadapi kuartal terburuk sejak 2022 karena beberapa faktor, utamanya penjualan yang melambat sehingga menyebabkan harga saham perusahaan Elon Musk tersebut turun hampir sepertiganya dalam tiga bulan pertama tahun 2024.

Menurut rata-rata 11 analis keuangan, investor memperkirakan Tesla akan mengirimkan 457 ribu kendaraan dalam tiga bulan pertama tahun 2024. Meskipun proyeksi itu masih mencerminkan pertumbuhan delapan persen, proyeksi itu masih jauh lebih rendah dibandingkan dengan pertumbuhan penjualan 36 persen yang dialami setahun sebelumnya.

Pengiriman di dua pasar terpenting Tesla, yakni China dan Amerika Serikat, diprediksi turun sekitar lima persen pada kuartal pertama tahun ini. Meskipun pengiriman di Eropa meningkat, beberapa analis khawatir pengiriman produsen mobil ini akan menurun untuk pertama kalinya sejak musim semi 2020, sebagaimana dilaporkan laman Carscoops, Jumat (29/3).

Baca juga: Tesla dan CATL diwartakan kerja sama kembangkan baterai mobil listrik

Pertumbuhan yang melambat dapat dikaitkan dengan beberapa faktor. Tesla menghadapi persaingan yang semakin ketat di sektor mobil listrik global, terutama dengan China, BYD melampauinya sebagai merek mobil listrik terlaris pada kuartal keempat 2023.

Selain itu, Tesla Model 3 menghadapi persaingan harga yang ketat dari semakin banyak saingan, seperti Xiaomi SU7 yang baru saja diperkenalkan, yang memulai debutnya dengan harga mulai 4.000 dolar AS (Rp63,5 juta) lebih rendah dari Tesla.

Para analis juga menunjukkan bahwa perilaku dan pandangan politik Musk mungkin menghalangi pembeli mobil listrik di AS secara tradisional, mereka yang tertarik dengan kendaraan rendah emisi cenderung condong ke kiri secara politis.

Namun, sejak pandemi dan akuisisi Twitter (sekarang X), Musk menghadapi kritik karena mengizinkan ujaran kebencian di platform tersebut, lalai dalam menangani rasisme di pabrik-pabriknya, mempromosikan teori konspirasi yang fanatik, dan menyelaraskan diri dengan retorika sayap kanan tentang budaya dan imigrasi. Tindakan-tindakan itu mungkin mengasingkan pembeli potensial.

Antisipasi pengiriman yang lebih rendah dan faktor-faktor lain telah menyebabkan penurunan 29 persen pada harga saham produsen mobil itu dalam tiga bulan pertama tahun 2024.

Harga saham saat ini menandai kuartal terburuk Tesla untuk kinerja saham sejak akhir 2022 dan yang terburuk ketiga sejak penawaran umum perdana pada tahun 2010.

Baca juga: Pria Kanada dan China dituduh menjual data rahasia milik Tesla

Baca juga: Laba bersih BYD melonjak lebih dari 80 persen pada 2023

Baca juga: NETA sediakan layanan purnajual 24 jam dalam Program Siap Lebaran

Pewarta:
Editor: Natisha Andarningtyas
Copyright © ANTARA 2024