Jakarta (ANTARA) - Sebagian besar daerah di Indonesia sudah mulia memasuki musim hujan, untuk itu perlu kewaspadaan bagi para pengendara motor dan sebisa mungkin untuk menghindari dan tidak memaksakan menerobos genangan banjir.

Suzuki melalui keterangan dalam laman resminya pada Jumat (5/1) menginformasikan beberapa dampak fatal bagi motor dan juga tentunya biaya yang tidak sedikit untuk memperbaiki kendaraan yang nekat menerobos genangan banjir.

Kerusakan pada komponen vital

Air yang masuk ke ruang mesin dapat merusak saringan udara dan filter oli. Ketika air hujan yang masuk ke ruang-ruang tersebut, bukan tindak mungkin hal itu juga akan menimbulkan kerusakan pada bagian dalam mesin seperti piston dan silinder dan juga komponen lainnya.

Bahan baka yang terkontaminasi

Tidak hanya ruang mesin yang dihantui kerusakan, genangan air juga dapat menciptakan risiko kontaminasi bahan bakar, mengganggu performa pembakaran dan merusak injektor bahan bakar.

Baca juga: Berbagai kemudahan merawat motor di era digital

Performa menurun

Dengan masuknya air ke ruang mesin dan juga mengotori bahan bakar yang ada di kendaraan, maka bisa dipastikan bahwa performa kendaraan bisa dipastikan akan tidak seperti biasanya.

Sehingga, penurunan performa atau suara yang tidak normal setelah menerobos banjir perlu juga patut untuk diwaspadai, karena pengenalan dini gejala kerusakan dan dapat membantu menghindari dampak yang lebih serius.

Dampak kerusakan sistem kelistrikan

Genangan air dapat menyebabkan korsleting pada kabel-kabel dan komponen listrik. Ini mengakibatkan matinya sistem pengapian dan lampu. Kerusakan dapat mencapai komponen penting seperti stator dan regulator/rectifier, menyebabkan gangguan pada pengisian baterai dan sistem pengaturan tegangan.

Air yang masuk ke dalam bagian elektronik, seperti CDI dan ECU juga dapat merusak sirkuit dan sensor, menghambat fungsi kontrol mesin secara keseluruhan. Kerusakan pada sistem kelistrikan tidak hanya menghambat kinerja kendaraan, tetapi juga dapat berujung pada biaya perbaikan yang tinggi.

Biaya perbaikan

Kerusakan mesin dapat mengakibatkan biaya perbaikan yang tinggi dan, jika tidak ditangani cepat, dapat menyebabkan kerusakan permanen. Risiko kerugian finansial yang signifikan akibat biaya perbaikan dan dampak jangka panjang pada nilai kendaraan jika kerusakan tidak ditangani dengan tepat.

Baca juga: Jangan lalai cek kesehatan skuter matik sebelum perjalanan jauh

Baca juga: Penting, cek cairan rem sebelum berlibur menggunakan kendaraan pribadi

Baca juga: Cuaca panas turut pengaruhi kondisi mesin mobil

Pewarta:
Editor: Maria Rosari Dwi Putri
Copyright © ANTARA 2024