Jakarta (ANTARA News) - Badan Pengkajian dan Penerapan Teknologi (BPPT) berupaya mengembangkan mobil pantograph sebagai solusi tidak efektifnya mobil listrik.

"Kami sedang mengembangkan mobil listrik tapi tidak pakai baterai. Mobil ini menggunakan pantograph, diharapkan bisa lebih cepat beroperasi karena tidak tergantung pada baterai," kata Kepala BPPT Marzan A. Iskandar, di Jakarta, Rabu.

Mobil pantograph menurut dia, dapat dikembangkan dengan lebih baik karena BPPT telah menguasai teknologi pantograph.

Ia menjelaskan mobil ini menggunakan kawat listrik pada bagian atap mobil seperti trem, tetapi tidak menggunakan rel.

Mobil dengan teknologi pantograph, dikatakannya, bisa menjadi solusi karena pengembangan mobil listrik di Indonesia yang masih tidak efektif karena ukuran dan kapasitas baterai.

"Teknologi baterai menjadi kunci, harus yang kapasitasnya besar supaya jalannya bisa jauh. Yang di Indonesia kan maksimum baru 150 kilometer saja. Kalau tidak ada tempat untuk mengisi baterai, nanti mobilnya mati di pinggir jalan," katanya.

Menurut dia, dibutuhkan teknologi yang bisa menghasilkan baterai dengan kapasitas besar tetapi berukuran kecil dan ringan.

Sementara terkait roadmap produksi massal mobil listrik pada 2018, dia mengatakan pihaknya akan bekerja keras untuk merealisasikan target tersebut.

Pewarta:
Editor: Ella Syafputri
Copyright © ANTARA 2013