Jakarta (ANTARA) - Hyundai Motor Co. berencana untuk meluncurkan dua model kendaraan listrik di Jepang pada awal tahun depan, dalam upaya untuk meningkatkan penjualan di pasar negara tersebut, menurut pejabat perusahaan tersebut.

Saat ini, Hyundai hanya menjual kendaraan listrik sel bahan bakar hidrogen Nexo dan crossover berukuran menengah Ioniq 5 secara daring, tanpa kehadiran diler di Jepang. Hyundai Motor berencana untuk menambahkan Kona Electric tahun ini dan model Ioniq 5 N berperforma tinggi pada awal tahun depan ke jajaran produknya di Jepang, disiarkan Yonhap, Selasa (3/10).

Pada Mei tahun lalu, Hyundai kembali masuk ke pasar Jepang setelah 12 tahun meninggalkan negara itu karena penjualan yang buruk. Namun, seiring permintaan yang meningkat untuk kendaraan listrik memberikan peluang baru di pasar yang didominasi oleh Toyota Motor Corp itu.

Hyundai pertama kali masuk ke Jepang pada 2001 tetapi keluar dari pasar pada 2009 setelah hanya menjual 15.000 mobil bensin.

Baca juga: Stargazer dan Creta dongkrak penjualan Hyundai hingga 40 persen

Pada upayanya yang kedua, Hyundai telah mengambil pendekatan berbeda dengan menawarkan tempat kepada pelanggan Jepang untuk merasakan mobilnya dan menerima layanan perbaikan untuk mobil Hyundai di kota-kota besar seperti Tokyo, Nagoya, Fukuoka, Yokohama, dan Kyoto sejak tahun lalu.

Dalam upaya lain untuk meningkatkan penjualan, Hyundai menandatangani kesepakatan awal pada bulan Juni dengan perusahaan konten budaya Jepang, Culture Convenience Club (CCC), untuk kemitraan dalam layanan mobilitas berbagi mobil, pemasaran berbasis data, dan platform pengalaman kendaraan listrik di Jepang.

Dalam layanan berbagi mobil, Hyundai menyediakan IONIQ 5 yang sepenuhnya listrik yang dilengkapi dengan platform kendaraan listrik khusus Hyundai Motor Group bernama E-GMP, dan fasilitas pengisian daya di toko buku besar Daikanyama T-Site Tsutaya, yang dioperasikan oleh CCC.

Hyundai juga berencana untuk mempromosikan kendaraan listrik baterai melalui proyek pemasaran bersama dengan CCC dan memberikan peluang kepada konsumen Jepang untuk merasakan mobil nol emisi mereka melalui program pengalaman kendaraan listrik.

Penjualan kendaraan Hyundai tampaknya mengalami peningkatan sejak kembali ke pasar Jepang, meskipun tidak signifikan.

Penjualannya naik 22 persen menjadi 263 unit dalam periode Januari-Agustus dibandingkan dengan 216 unit pada tahun sebelumnya. Angka penjualan untuk periode Januari-April tahun lalu berbasis ekspor.

Dari Januari hingga Agustus, produsen sedan Sonata dan SUV Santa Fe itu menjual total 2.765.554 mobil di pasar global, naik 8,6 persen dari 2.546.496 pada tahun sebelumnya. 

Baca juga: Harga baterai Hyundai Ioniq 5 nyaris separuh harga mobil

Baca juga: Toyota ungkap 70 persen pasar meminta mobil hybrid

Baca juga: New XL7 Hybrid dominasi penjualan Suzuki di GIIAS Surabaya 2023
Pewarta:
Editor: Natisha Andarningtyas
Copyright © ANTARA 2023