Jakarta (ANTARA) - Menyusul tekanan dari serikat pekerja untuk meningkatkan kesetaraan gender di lokasi manufakturnya di Korea Selatan, Hyundai telah mempekerjakan total enam wanita.

Melansir Carscoops pada Kamis (13/7), produsen mobil terbesar ketiga di dunia berdasarkan volume itu melakukan perekrutan wanita sebagai bagian dari rekrutmen yang melibatkan 200 teknisi baru perusahaan.

Meski keenam wanita ini bukan yang pertama bekerja sebagai teknisi di fasilitas manufaktur produsen mobil Korea Selatan, ini adalah pertama kalinya Hyundai membuka proses aplikasi untuk wanita.

Perusahaan Korea Selatan itu mengatakan bahwa wanita sekarang mencapai dua persen dari 28.000 teknisi di negara tersebut, lapor Autonews.

Baca juga: Iklan kendaraan listrik Hyundai dan Toyota dilarang di Inggris Raya

Sebelumnya, wanita yang bekerja sebagai teknisi di fasilitas Hyundai dipekerjakan secara eksklusif oleh subkontraktor sebagai karyawan sementara, sebelum dijadikan permanen, menurut perwakilan dari Serikat Pekerja Metal Korea.

Perekrutan baru dilakukan sebagai bagian dari upaya perekrutan publik pertamanya di Korea Selatan dalam satu dekade, dan setelah menghadapi tekanan dari serikat pekerja dan aktivis untuk mempekerjakan lebih banyak perempuan.

Meskipun hanya enam wanita dari 200 karyawan yang telah dipekerjakan sejauh ini, perwakilan serikat pekerja mengatakan bahwa mereka mengharapkan lebih banyak wanita untuk segera bergabung dengan perusahaan, karena Hyundai bermaksud menambah 500 peran teknisi baru secara keseluruhan.

Baca juga: Hyundai gandeng perusahaan konten budaya Jepang jual kendaraan listrik

Hampir pertama kalinya praktik ketenagakerjaan Hyundai mendapat sorotan, di AS pemasoknya, beberapa di antaranya adalah anak perusahaan Grup Hyundai, yang juga memiliki Kia dan Genesis, ditemukan mempekerjakan anak di bawah umur di Amerika Serikat.

Meskipun pembuat mobil itu telah berjanji untuk menjauhkan diri dari pemasok dan mempekerjakan perusahaan yang mengizinkan anak-anak berusia 12 tahun untuk bekerja di pabrik di AS bagian Selatan, tuduhan tersebut berlanjut setelah laporan awal mengumumkan praktik tersebut.

Baca juga: Lima perusahaan tarik lebih 92 ribu kendaraan di Korsel

Pewarta:
Editor: Siti Zulaikha
Copyright © ANTARA 2023