Jakarta (ANTARA News) - Honda CR-V RE3 2WD 2.4 CKD A/T dan Toyota Fortuner 2.5 G M/T terpilih sebagai kendaraan terbaik dalam kualitas emisi gas buang yang dihasilkan, untuk kategori mobil berbahan bakar bensin dan solar.

Dengan prestasi yang diraih berdasarkan hasil uji baku mutu emisi gas buang Kementerian Lingkungan Hidup itu, Menteri Lingkungan Hidup Balthasar Kambuaya menyerahkan plakat kepada agen tunggal pemegang merek kedua mobil, PT Honda Prospect Motor dan PT Toyota Motor Manufacturing.

Penghargaan itu diberikan pada ekspos program Langit Biru 2011 di Jakarta, Rabu.

Menteri mengatakan, kegiatan evaluasi penataan baku mutu emisi gas buang dilaksanakan Kementerian Lingkungan Hidup sebagai upaya mendorong industri otomotif untuk memproduksi kendaraan rendah emisi dan rendah konsumsi bahan bakar.

"Kementerian Lingkungan Hidup mendorong industri otomotif memproduksi kendaraan bermotor rendah emisi dan rendah konsumsi bahan bakar berdasarkan teknologi terbaik yang tersedia di dunia," kata Balthasar.

Pengujian dilakukan terhadap 33 jenis kendaraan bermotor roda empat tipe baru yang masih berada di showroom dengan parameter meliputi emisi CO, HC, PM dan NOx, konsumsi bahan bakar an CO2.

Hasilnya menunjukkan Honda CR-V mendapat nilai 98.118 untuk kendaraan berbahan bakar bensin dan Toyota Fortuner dengan nilai 55.770 untuk kendaraan berbahan bakar solar.

Pengujian oleh Kementerian Lingkungan Hidup dengan melibatkan berbagai sektor seperti Direktorat Lalulintas dan Angkutan Jalan Kementerian Perhubungan, Balai Thermodinamika Mesin dan Propulsi Badan Pengkajian dan Penerapan Teknologi (BPPT), Balai Pengujiam Laik Jalan, gabungan industri kendaraan bermotor Indonesia dan Asosiasi industri Sepeda Motor Indonesia.

Program Langit Biru yang dilakukan Kementerian Lingkungan Hidup bertujuan untuk mendorong peningkatan kualitas udara perkotaan dari pencemaran udara khususnya dari kendaraan bermotor.

Saat ini pertumbuhan kendaraan cukup tinggi di kota-kota besar di Indonesia yang menimbulkan masalah kemacetan lalu lintas, kecelakaan, polusi udara, kebisingan, kerugian ekonomi serta kesehatan.

Berdasarkan data Badan Pusat Statistik (BPS) pada akhir 2009 jumlah kendaraan bermotor di Indonesia mencapai 70,7 juta unit meningkat 34,8 persen dibandingkan 2008 dengan jumlah 52,4 juta unit.

(D016)
Editor: Suryanto
Copyright © ANTARA 2011