Liwa, Lampung Barat (ANTARA News) - Madu hutan Lampung barat menjadi buruan para pemudik yang melitas jalur lintas barat Sumatera untuk dijadikan oleh-oleh.

"Penjualan madu saya meningkat hingga 70 persen dalam sepekan ini, pasalnya banyak dari pemudik yang mampir untuk membeli madu hutan ini sebagai oleh oleh," kata penjual madu yang berasal di Pekon (Desa) Simpang Sari, Kecamatan Sumberjaya, Lampung Barat, Joko Priyatna (41) sekitar 258 Km dari Bandarlampung, di Simpang Sari, Selasa.

Dia menjelaskan, dalam sehari mampu menjual hingga 40 botol.

"Selama musim mudik ini, saya mampu menjual sekitar 40 botol madu hutan, sehingga omzet penjualan saya meningkat tajam dari hari biasa," kata dia lagi.

Dikatakanya, setiap tahun pemudik memburu madu hutan Lampung Barat.

"Setiap tahun pemudik yang melintas pasti menyempatkan diri untuk mampir membeli madu hutan, mereka telah merasakan khasiat dari madu hutan daerah ini, sehingga madu hutan sebagi pilihan oleh-oleh mereka," kata dia.

Kemudian lanjut dia, harga madu hutan mahal.

"Jenis madu hutan Lampung Barat memiliki kualitas yang sangat baik sehingga harganya mahal, namun harga madu yang mahal ini tidak menyurutkan minat pemudik untuk membeli," kata dia.

Lalu lanjut Joko, pasokan madu dari pemburu madu berjalan dengan lancar. "Bersyukur pasokan madu berjalan dengan lancar, sehingga setiap permintan madu dari konsumen dapat di penuhi," katanya.

Madu hutan dari Kabupaten Lampung Barat digemari pemudik yang sengaja melintas di jalur lintas barat (Jalinbar) yang berada di Lampung Barat.

Pemudik menjadikan madu hutan sebagai oleh-oleh lebaran selain produk makanan lain, mereka meyakini, madu hutan dari Lampung Barat memiliki khasiat besar.

Tingginya permintaan madu hutan membuat pedagang harus mencari madu hutan di beberapa wilayah di daerah ini, dalam satu hari pedagang mampu menjual hingga 40 botol.

Wilayah Lampung Barat cukup luas, yang mana didalamnya terdapat hutan yang menyediakan pasokan madu hutan berlimpah.

Umumnya pemburu madu mampu memperoleh sekitar 15 hingga 25 botol perhari, jumlah ini akan bertambah, bila pemburu menemukan lebih banyak sarang lebah di hutan tersebut.

Harga madu hutan bervariasi, untuk ukuran kecil mencapai Rp45.000 perbotol, ukuran sedang Rp65.000 dan ukuran besar Rp90.000 perbotol, harga tersebut akan mahal, bila pasokan madu berkurang dari pemburu madu.

Sementara itu, salah satu pemudik yang berasal dari Provinsi Jambi, Haris Rosadi (38) mengatakan, madu hutan Lampung Barat, enak dan berkhasiat.

"Setiap mudik lebaran saya pasti menyepatkan diri untuk membeli madu hutan untuk oleh-oleh, pasalnya madu hutan di daerah ini memilki kualitas baik juga berkhasiat," kata dia.

Dia menjelaskan, belum lengkap saat melintas di Lampung Braat tidak membeli madu.

"Saat melintas di jalur lintas barat (Jalinbar) yang berada di Lampung Barat, belum terasa legkap bila tidak membeli madu, pasalnya madu hutan sudah menjadi oleh-oleh yang khas daerah ini, selain itu produk yang di tawarkan memiliki khasiat besar untuk menyembuhkan berbagai penyakit" kata dia lagi.(*)
(PSO-049/R009)
Editor: Ruslan Burhani
Copyright © ANTARA 2010