Jakarta (ANTARA) - INEOS Automotive menggandeng HALO Trust sebagai mitra untuk mengembangkan mobil Grenadier 4X4, dengan harapan mobil berjenis sport utility vehicle (SUV) itu dapat digunakan sebagai armada pembersih ranjau di 25 negara pasca-perang.

HALO Trust merupakan organisasi pembersih ranjau darat dan buangan senjata yang memiliki lebih dari 600 kendaraan berpenggerak empat roda (4X4) di seluruh dunia, khususnya di wilayah terpencil dengan medan tempuh yang sulit.

"Dari jalur pegunungan hingga medan perang perkotaan, HALO terus melakukan tugasnya untuk menemukan dan menghancurkan ranjau darat. Artinya, kami membutuhkan armada kendaraan yang cocok untuk zona perang, hutan tropis, dan padang gurun," kata James Cowan, CEO The HALO Trust dalam siaran pers, Rabu.

Dirk Heilmann, CEO INEOS Automotive mengatakan, “Dengan pengalaman puluhan tahun mengoperasikan sejumlah besar kendaraan di kondisi ekstrem, menurut kami tidak ada organisasi lain yang lebih baik di muka bumi ini untuk membantu kami mengembangkan Grenadier."

INEOS juga membantu HALO pada 2020 untuk operasi aktif di Angola yang memiliki medan jalan berlubang, berbatu, dan terkadang tidak dapat dilalui.

Selama 12 bulan ke depan, lebih dari 130 prototipe Grenadier tahap kedua akan diuji dan dikembangkan sejauh 1,8 juta kilometer. Salah satu lokasi yang menjadi tujuan Grenadier dan HALO adalah Kosovo, sehingga mobil itu akan dilengkapi fitur spesifik, misalnya bagasi alat pembersih ranjau.

Baca juga: INEOS uji SUV Grenadier di pegunungan berbatu Austria

Baca juga: Ineos tunda produksi Grandier hingga 2022

Baca juga: INEOS Grenadier masuk fase produksi

Pewarta: A069
Editor: Maria Rosari Dwi Putri
Copyright © ANTARA 2021