Jakarta (ANTARA) - Industri otomotif Jerman, mengatakan bahwa saat ini industri otomotif di Jerman sedang mengalami penurunan penjualan lebih dari 30 persen pada Januari 2021, menjadi hanya sekitar 170.000 kendaraan.

Penurunan performa penjualan itu disebabkan karena adanya lockdown wilayah susulan yang diakibatkan oleh wabah virus corona di negeri tersebut, sehingga toko-toko non-esensial ditutup sejak pertengahan Desember, dan keringanan pajak untuk konsumen yang habis pada akhir 2020.

Dikutip dari Reuters, Kamis, Pendaftaran mobil baru di bulan Desember telah meningkat hampir 10 persen. Otoritas mobil KBA akan mempublikasikan angka penjualan resmi pada Rabu malam.

Sepanjang tahun lalu, produsen otomotif asal Jerman, harus menyerah dengan popularitas brand Toyota. Volkswagen melaporkan total menjual 9.305.400 unit di pasar global, lebih rendah 223.038 unit dibanding rival Jepangnya itu.

Penurunan lebih tajam dan pemulihan lebih lamban di sejumlah pasar utama dibanding Toyota rupanya menjadi penyebab utama Volkswagen tergeser dari kepemimpinan di pasar global.

Meskipun demikian, kondisi pada tahun ini bisa saja Volkswagen kembali mengambil alih kepemimpinannya apabila performanya di pasar-pasar utama membaik. Ini menunjukkan persaingan yang semakin ketat antara brand Jepang dan Eropa.


Baca juga: Toyota dan Honda mulai produksi lagi di Malaysia

Baca juga: Mobil listrik bantu Volvo pulih dari dampak pandemi

Baca juga: Nissan jual 3,6 juta kendaraan Januari-November 2020

Pewarta: KR-CHA
Editor: Ida Nurcahyani
Copyright © ANTARA 2021