Jakarta (ANTARA) - Toyota mengenalkan RAV4 model terbaru yang berteknologi Plug-in Hybrid Vehicle (PHEV) untuk pasar Jepang, dengan target penjualan 300 unit pada bulan pertama.

RAV4 PHEV ini diluncurkan untuk meningkatkan daya tarik fun-to-drive, mengadopsi Toyota Hybrid System (THS II) yang baru dikembangkan.

Mobil itu memakai motor depan dan inverter guna menghasilkan output yang lebih besar daripada sistem hybrid RAV4.

RAV4 PHEV dikombinasikan dengan baterai lithium-ion berkapasitas tinggi, output yang mencapai maksimum 225 kW, memfasilitasi pengendaraan yang sporty dan bertenaga.

Mobil yang nantinya akan diproduksi di pabrik Nagakusa, Toyota Industries Corporation itu sanggup untuk mencapai jarak mengemudi dengan baterai hingga 95 kilometer. Dengan demikian, berkendara dengan mode BEV ini dapat mewujudkan keramahan lingkungan yang unggul.

Baca juga: GR Yaris berdesain balap dijual mulai September 2020

Baca juga: Toyota rangkul lima perusahaan China untuk mobil hidrogen


Mobil yang dibanderol sekitar 4.690 ribu yen sampai dengan 5.390 ribu yen ini sanggup berakselerasi dari 0-100 km/jam dengan hanya 6 detik. Melalui pemasangan sistem Plug-in THS II yang baru dikembangkan, Toyota berupaya untuk memberikan kesenangan dalam berkendara yang lebih besar. RAV4 PHEV ini memiliki 225 kW (306 PS), dan kerja maksimum motor memungkinkan akselerasi dan perlambatan seketika.

Mengutip laman resmi Toyota, Senin (8/6) waktu setempat. RAV4 PHEV hadir dengan fungsi catu daya eksternal maksimum 1.500 W yang nantinya dapat berguna sebagai peralatan standar selama pemadaman listrik, keadaan darurat dan dapat digunakan untuk kegiatan rekreasi di luar ruangan.

Selain soket listrik aksesori di kompartemen bagasi, ia juga dilengkapi dengan konektor daya kendaraan yang dapat dicolokkan ke lubang masuk pengisian reguler di bagian belakang (kanan) kendaraan untuk digunakan sebagai soket daya eksternal.

Mobil ini menawarkan dua pengaturan, baik mode catu daya eksternal BEV atau HEV, yang dapat dipilih sesuai dengan tujuan yang dimaksud. Mode BEV hanya menggunakan daya dari baterai, sedangkan mode HEV menghidupkan mesin jika daya baterai yang tersisa terlalu rendah, memungkinkan sekitar tiga hari suplai daya pada tangki bensin penuh.

Baca juga: Toyota Indonesia siapkan layanan mobilitas kirim spesimen COVID-19

Baca juga: Toyota tarik RAV4 baru karena maslaah suspensi

Baca juga: Penjualan Toyota April jatuh 45 persen

Pewarta: KR-CHA
Editor: Alviansyah Pasaribu
Copyright © ANTARA 2020