Jakarta (ANTARA) - PT Toyota Astra Motor (TAM) masih mempelajari permintaan untuk membawa Toyota RAV4 ke Indonesia, meski Sport Utility Vehicle (SUV) ini sangat digemari di mancanegara, dengan penjualan 10.000 unit.

Marketing Director TAM Anton Jimmi Suwandy mengatakan bahwa tidak hanya RAV4 yang dipelajari untuk dibawa ke Indonesia. Dalam hal ini, PT TAM mempelajari bukan hanya dari sisi produk melainkan kendaraan yang memang sangat dibutuhkan oleh masyarakat Indonesia.

Baca juga: Alasan Toyota tidak pamerkan RAV4 pada GIIAS 2016

Baca juga: Toyota luncurkan SUV RAV4 generasi terbaru


"Saya pikir gak cuma RAV4, tapi semua produk baru pasti kita pelajari. Produk apa pun kita akan pelajari, tapi tentu saja yang kita pelajari bukan produk melainkan masukan dan kebutuhan dari Indonesia kira-kira seperti apa sih masyarakat dan market Indonesia inginkan," kata Anton, Jumat.

Setelah mengetahui apa yang dibutuhkan masyarakat Indonesia, PT TAM akan meneruskan itu ke principal Toyota di Jepang untuk meminta restu membawa model-model terbaru ke Indonesia.

"Setelah dari kebutuhan masyarakat itu, kita bicarakan dengan prinsipal bagaimana dengan produk availibility-nya, apakah itu diproduksi di Indonesia atau mungkin region termasuk Thailand atau mungkin di bawa dari Jepang," jelas dia.

Belum berhenti sampai di situ PT TAM juga harus memastikan kembali bahwa kendaraan yang ingin diperkenalkan ke masyarakat ini memang benar-benar dibutuhkan oleh masyarakat.

"Setelah kita mengetahui kebutuhan dari konsumen dan availibility dari produk, pastinya kita kawinkan dan kita coba cek apakah memang demand-nya atau kebutuhan ini memungkinkan gak untuk kita perkenalkan," kata dia.

Menurut dia, membawa kendaraan yang baru meski dengan jumlah yang sedikit akan membutuhkan waktu dan persiapan yang juga tidak sebentar.

"Karena tentu saja untuk memperkenalkan satu produk itu walaupun jumlahnya sedikit persiapannya cukup banyak. Mulai kita persiapkan dari bengkel kita mekaniknya, spare part, kita harus sediakan komunikasi promosinya, pendidikan dari front line kita dan lain-lain jadi investasi dari perkenalan satu produk itu cukup besar," jelas dia.

Menurut Anton, dari hasil kombinasi beberapa studi dan memang pada saat ini Toyota RAV4 belum menjadi salah satu produk yang ingin PT TAM masukkan ke Indonesia berdasarkan dari studi.

"Tapi tidak pernah menutup kemungkinan, jadi kalau memang ke depannya produk ini semakin cocok dan sesuai dengan kebutuhan di Indonesia ya kenapa tidak kita perkenalkan," tutup dia.

Baca juga: Toyota rilis RAV4 di Korea Selatan guna penuhi permintaan pasar

Baca juga: Toyota luncurkan RAV4 generasi baru

Baca juga: Toyota RAV4 2019 debut di New York, begini tampilannya

Pewarta: KR-CHA
Editor: Suryanto
Copyright © ANTARA 2020