Jakarta (ANTARA) - Untuk mendorong minat membeli mobil yang lesu imbas COVID-19, Tesla Inc menurunkan harga jual mobil listriknya sebesar 6 persen di pasar Amerika Utara.

Laman penjualan Tesla menuliskan bahwa sedan Model S dijual 74.990 dolar AS, turun dari 79.990 dolar AS. SUV Model X menjadi 79.990 dolar AS, dari 84.990 dolar AS, dan sedan Model 3 menjadi di 37.990 dolar AS.

Baca juga: Tesla mobil impor terlaris ketiga di Korsel, setelah Mercy dan BMW

Baca juga: Tesla punya fitur baca rambu lalu lintas, tapi diragukan keamanannya


Kendati demikian, Tesla menyatakan bahwa layanan layanan pengisian cepat "Supercharger" yang awalnya diberikan cuma-cuma, kini tidak gratis lagi alias akan dikenakan biaya.

"J.D. Power menunjukkan bahwa, penjualan ritel di AS kemungkinan berkurang setengahnya pada bulan April dari tahun sebelumnya. Namun, penjualan di bulan Mei kemungkinan akan membaik karena permintaan yang terpendam dan insentif yang ditawarkan sebagian besar pembuat mobil," kata perusahaan analisis yang dikutip dari Reuters, Kamis.

General Motors, Ford Motor dan Fiat Chrysler menawarkan tingkat pembiayaan 0 persen untuk pembelian mobil baru.

Pabrik-pabrik di Amerika Serikat juga mulai dibuka kembali pada awal bulan depan, hal itu membuat pemasok suku cadang akan bergeliat kembali.

Baca juga: Hyundai-Kia pabrikan mobil listrik nomor empat, Tesla urutan pertama

Baca juga: COVID-19 percepat transisi ke era mobil listrik?

Baca juga: Tesla Model X akan angkut astronaut

Pewarta: KR-CHA
Editor: Alviansyah Pasaribu
Copyright © ANTARA 2020