Jakarta (ANTARA) -

Toyota mengatakan akan memperpanjang penutupan semua pabrik Amerika Utara selama dua minggu karena pandemik yang sedang berlangsung dan penurunan permintaan kendaraan.

Pembuat mobil Jepang itu mengatakan akan menutup semua pabrik komponen dan komponen di Kanada, Meksiko, dan Amerika Serikat hingga 17 April.

Baca juga: Penjualan Toyota tumbuh 1,3 persen menjadi 49.172 unit

Baca juga: Penyegaran New Agya 2020, "facelift" hingga "engine button"

Sementara itu, General Motors (GM) mengatakan akan memperpanjang penutupan pabriknya di Amerika Utara setelah 30 Maret dan tidak tahu kapan akan membuka kembali pabriknya.

"Mengingat keadaan yang belum pernah terjadi sebelumnya, kapan tepatnya kami akan melanjutkan produksi tidak jelas," katanya dalam sebuah pernyataan.

GM juga mengatakan kompensasi anggota dewan akan berkurang 20 persen, sementara eksekutif akan dapatkan potongan kompensasi 25-30 persen.

Lebih lanjut, GM juga mengatakan penangguhan kompensasi karyawan yang digaji akan dilunasi secara sekaligus selambat-lambatnya pada 15 Maret 2021.

Baca juga: Sedan bekas taksi banyak dicari di platform online

Baca juga: Toyota berencana kembangkan truk sel dengan Hino

Baca juga: Karyawan Toyota positif corona, 11 lainnya diperiksa

Pewarta: A087
Editor: Alviansyah Pasaribu
Copyright © ANTARA 2020