Jakarta (ANTARA) - Pembuat mobil Swedia yang sahamnya dimiliki Geely China, Volvo, memangkas ratusan tenaga kerja pada Jumat (10/5), demikian laporan radio Swedia yang dilansir Reuters.

Volvo yang jumlah pegawainya meningkat dua kali lipat dalam satu dekade terakhir menjadi sekitar 43.000 orang, mengonfirmasi sedang meninjau jumlah karyawan dan pengeluaran rutin perusahaan agar bisnisnya berkembang.

"Sebagai perusahaan berkembang, Volvo Cars terus-menerus meninjau basis pengeluaran. Itu lebih penting karena tantangan dalam industri. Volvo meningkatkan fokusnya pada biaya yang terkait staf dan layanan pembelian," kata perusahaan itu dalam pernyataan melalui email.

Pekerjaan yang paling terpengaruh dalam pengurangan karyawan adalah bagian konsultan. Tapi, pegawai bidang produksi tidak akan dikurangi, kata juru bicara Volvo.

Juru bicara Volvo juga menolak menyebutkan jumlah pengawai yang akan diberhentikan secara rinci.

Baca juga: Penjualan Volvo tumbuh 7,4 persen pada April

Pewarta:
Editor: Imam Santoso
Copyright © ANTARA 2019