Tokyo (ANTARA News) - Bekas pimpinan Nissan Motor, Carlos Ghosn, membela diri atas tuduhan pelanggaran keuangan dengan menyatakan tidak bersalah pada pengadilan di Tokyo pada Selasa, yang menjadi penampilan pertamanya di hadapan publik sejak ditangkap pertengahan November 2018.

"Saya telah dituduh secara salah dan ditahan secara tidak adil berdasarkan tuduhan yang tidak pantas dan tidak berdasar," katanya kepada Pengadilan Distrik Tokyo, melalui pernyataan tertulis yang telah disiapkan, dilansir Reuters, Selasa.

"Bertentangan dengan tuduhan yang dibuat jaksa penuntut, saya tidak pernah menerima kompensasi yang tidak diungkapkan dari Nissan, saya juga tidak pernah menandatangani kontrak dengan Nissan untuk mendapat bayaran tetap dengan jumlah yang tidak diungkapkan," sambungnya.

Ghosn, yang disebut-sebut menyelamatkan Nissan dari kebangkrutan dua dekade lalu, terlihat lebih kurus daripada sebelum ditangkap.

Ia memasuki pengadilan dengan tangan terborgol dan terdapat tali di pinggangnya, mengenakan setelan gelap tanpa dasi.

Baca juga: Apa yang terjadi pada persidangan pertama Carlos Ghosn besok?

Kerumunan wartawan dan kru televisi berkumpul di luar gedung pengadilan, sementara 1.122 orang berbaris untuk dapat menduduki kursi. Hal itu menunjukkan bagaimana kasus ini begitu menarik perhatian publik.

Sidang ini digelar untuk menjelaskan alasan penahanan Ghosn sejak ditangkap pada 19 November.

Pengacara Ghosn di Jepang diperkirakan akan berbicara dalam pembelaannya untuk pertama kalinya sejak penangkapan pada konferensi pers yang dijadwalkan pada Selasa sore. Tim kuasa hukum Ghosn dikepalai mantan jaksa Motonari Otsuru.

Ghosn ditahan di Pusat Penahanan Tokyo, berupa kamar kecil dengan fasilitas sederhana tanpa pemanas suhu ruangan, berbeda dengan gaya hidup taipan yang selama ini dijalani pria Prancis itu.

Putranya, Anthony Ghosn, mengatakan berat badan ayahnya turun 10 kg selama penahanannya, menurut media mingguan Journal du Dimanche Prancis.

Baca juga: CEO Nissan: Aliansi Renault 'tidak dalam bahaya'

Penerjemah: Alviansyah Pasaribu
Copyright © ANTARA 2019