Detroit (ANTARA News) - Perubahan selera konsumen terhadap model kendaraan menjadi salah satu faktor meredupnya beberapa model mobil di Amerika Serikat (AS) pada 2018, dan diprediksi terus berlanjut pada 2019.

Laman USA Today memproyeksikan beberapa model mobil akan kehilangan peminat pada tahun depan, bertolak dari pergeseran tren sedan ke SUV atau crossover. Situs pembelian mobil Edmunds bahkan memperkirakan bahwa satu dari dua mobil yang terjual pada 2019 adalah model SUV atau crossover.

"Terutama karena pergeseran dari mobil penumpang -- kompak, hatchback, dan jenis-jenis kendaraan seperti itu," kata Matt DeLorenzo dari perusahaan riset otomotif Kelley Blue Book, Jumat (28/12).

Kendati demikian, untuk menyetop produksi model tertentu bukanlah hal yang mudah bagi pabrikan mobil yang sudah menginvestasikan dana serta waktu guna mengembangkan, juga memasarkan model-model itu.

Misalnya saja VW Beetle, meskipun dibungkus desain ikonik dari pabrikan raksasa Eropa, namun nyatanya model itu akan berhenti diproduksi pada 2019 karena minimnya peminat.

Berikut beberapa model yang meredup di AS pada 2019, dilansir USA Today:

Volkswagen Beetle


Mobil dua pintu ini memiliki desain paling ikonik dalam industri otomotif. Tanpa melihat emblem kendaraan, mayoritas orang-orang sudah mengenal model Beetle yang disebut VW "Kodok" di Indonesia.

Volkswagen mengumumkan pada Kamis (13/9), akan berhenti memproduksi mobil ikonik VW Beetle pada tahun 2019, dengan alasan ingin fokus mengembangkan mobil listrik.
 
Volkswagen Beetle Denim (http://media.vw.com/)


Nissan Juke

Crossover berdesain unik Nissan Juke akan meredup di Amerika Serikat sejalan dengan upaya perusahaan untuk menggencarkan penjualan subkompak SUV Nissan Kicks.

Kendati demikian, Nissan Juke masih dirilis dengan model baru di Filipina pada Oktober 2018. Di Indonesia, model Juke Revolt juga masih memiliki peminat karena sekitar seratusan unit terjual sepanjang Januari-November 2018.
 
Nissan Juke produksi yang ke satu juta unit di pabrik Nissan di Sunderland, Inggris. (Nissan Global)


Ford Focus

Sempat populer pada era 2000-an awal, Ford bersiap menghadapi penurunan pamor sedan kompak Focus karena bergesernya pilihan konsumen ke model SUV hingga pickup.

Ford AS cuma memiliki 12.000 unit Focus sepanjang Desember.
 
All New Ford Focus (ford.co.uk)


Ford Taurus

Perjalanan Ford Taurus sebagai sedan populer di AS sejak generasi pertama tahun 1986, terpaksa berakhir pada tahun depan.

Pada April 2018, Ford mengumumkan bahwa produksi Taurus akan dihentikan pada 2019 demi memperkuat lini produk SUV, meskipun model itu masih dijual di pasar lain, misalnya China.
 
Ford Taurus (reuters.com)


Chevrolet Impala

Chevrolet menyatakan tidak akan meninggalkan pasar sedan besar, kendati mereka juga menahan produksi Chevrolet Impala demi mengejar pembuatan modle SUV.

Chevrolet Impala generasi ke-10 masih dijual di pasar Korea Selatan hingga saat ini, padahal General Motors AS berencana memproduksi generasi terakhir Impala pada Juni 2019.
 
Chevrolet Impala. (https://commons.wikimedia.org)


Chevrolet Cruze

Senasib dengan Ford Taurus dan Chevrolet Impala, pergeseran minat konsumen membuat sedan kompak Chevrolet Cruze di ujung tanduk.

Meski sempat menikmati hasil penjualan Chevrolet Cruze selama satu dekade terakhir, namun produksi Cruze di pabrik Meksiko dan AS akan dihentikan pada Maret 2019.
 
Sedan Chevrolet Cruze. (Istimewa/Motor Trends)


Toyota Prius V

Kompak MPV berpenggerak hybrid, Toyota Prius V, model 2017 sudah tidak diproduksi di Amerika walaupun masih mencatatkan angka penjualan.

Toyota akan mengenalkan Prius V generasi kedua pada 2019, kemungkinan untuk pasar Eropa dan Amerika Utara.
 
Prius V (https://commons.wikimedia.org)


Baca juga: 10 mobil terlaris jelang akhir tahun 2018

Baca juga: Mobil bekas tipe MPV paling diminati pada 2018

Baca juga: Mobil premium masuk pasar Indonesia sepanjang 2018

Pewarta:
Editor: Monalisa
Copyright © ANTARA 2018