London (ANTARA News) - Penjualan mobil diesel di Eropa turun tajam pada paruh pertama 2018 di tengah kekhawatiran konsumen atas masalah polusi dan nilai jual kembali yang anjliok karena pemerintah berusaha mengurangi penjualan mobil bermesin bakar konvensional.

"Ketidakpuasan terhadap mobil bermesin diesel menyebar ke seluruh Eropa," kata Badan Energi Internasional dalam sebuah laporan dilansir Reuters, Sabtu (13/10).

Pangsa pasar penjualan mobil diesel di Uni Eropa turun menjadi 36,5 persen pada paruh pertama tahun 2018, dari 42,5 persen pada paruh pertama 2017, menurut IEA.

Penjualan turun 16 persen selama periode menjadi 3,12 juta unit mobil. Adapun Inggris mengalami penurunan sebesar 30 persen

Baca juga: Porsche jadi pabrikan mobil Jerman pertama yang tinggalkan mesin diesel.

Di Jerman, rumah bagi beberapa produsen mobil diesel terbesar di dunia termasuk VW dan BMW, penjualan mobil diesel turun menjadi 31,1 persen dari total semester pertama 2018.

Penurunan itu membuat permintaan bahan bakar solar di Eropa juga goyah, turun 115.000 barel per hari, pada Agustus dibandingkan bulan sebelumnya.

Sejumlah kota besar Eropa termasuk Berlin, London dan Paris telah meluncurkan program larangan pengoperasian mobil diesel untuk mengurangi polusi.

Eropa menjadi pasar mobil diesel terbesar sejak 1980 setelah pemerintah mencari mesin yang dianggao efisien untuk membatasi konsumsi minyak dan emisi karbon.

Namun mesin diesel dianggap gagal dalam beberapa tahun terakhir, ditambah skandal emisi yang dilakukan Volkswagen pada 2015, demikian Reuters.

Baca juga: VW akan dukung pembaruan mobil diesel yang lebih tua di Jerman
 

Penerjemah: Alviansyah Pasaribu
Copyright © ANTARA 2018