Tangerang (ANTARA News) - Wuling Motors (Wuling) menampilkan mobil listrik mungil E100 dan sport utility vehicle (SUV) Baojun 530 pada  Gaikindo Indonesia International Auto Show (GIIAS) 2018 di ICE-BSD City, Tangerang, Banten, 2-12 Agustus 2018.

Penampilan mobil-mobil tersebut setidaknya mengubah wajah Wuling yang dalam setahun terakhir gencar memperkenalkan kendaraan keluarga multi-purpose vehicle (MPV) melalui seri Confero dan Cortez.

Brand Manager Wuling Motors Indonesia, Dian Asmahani, mengatakan pabrikan asal China itu membawa model SUV sebagai upaya untuk mengetes pasar di Indonesia.

"Ingin dengar masukan konsumen tentang SUV dari Wuling," kata Dian di GIIAS 2018, Jumat.

Baca juga: Wuling Indonesia jual 13.170 mobil setelah satu tahun beroperasi

Dian mengatakan bahwa potensi untuk memasarkan SUV di Indonesia cukup besar sehingga Wuling Indonesia mempertimbangkan untuk membawa model tersebut pada tahun depan.
SUV Wuling terpajang di GIIAS 2018. (ANTARA News/Alviansyah P)


Melalui tema Drive, Grow, dan Progress, Wuling Indonesia hendak menggambarkan semangat, perkembangan dan langkah ke depan di pasar Indonesia. Mereka juga membawa mobil listrik E100 untuk menunjukkan bahwa Wuling memiliki teknologi elektrifikasi yang siap dibawa ke Tanah Air.

"Kami siap jika peraturan pemerintah terkait mobil listrik juga siap," kata Dian.

Wuling telah beroperasi di Indonesia selama satu tahun dengan menjual lebih dari 14.000 unit kendaraan MPV, serta membuka 80 diler yang tersebar di seluruh Tanah Air.

"Memasuki usia satu tahun di Indonesia, Wuling berkembang dengan cepat. Diawali dari peluncuran dua produk MPV yakni seri Confero dan Cortez, pertumbuhan jaringan resmi yang mencapai 80 dealer, hingga memperoleh sambutan positif masyarakat yang membawa Wuling masuk ke dalam jajaran 10 merek otomotif teratas," kataVice President of Wuling Motors Cindy Cai.

Baca juga: Pabrik terintegrasi bikin harga jual mobil Wuling lebih terjangkau
Baca juga: Wuling perlahan lewati Nissan

Pewarta: Alviansyah Pasaribu
Editor: Risbiani Fardaniah
Copyright © ANTARA 2018